Senin, 27 Februari 2017

Mengenal Olahraga American Football

Kurang lebih hampir sebulan berlalu sejak Super Bowl LI, di mana New England Patriots mencetak sejarah dengan mengalahkan Atlanta Falcons 34-28 dalam “the greatest comeback ever” game. Super Bowl adalah perhelatan final dari NFL (National Football League), salah satu dari 4 kompetisi olahraga terbesar di Amerika, selain bola basket (NBA), baseball (MLB), dan ice hockey (NHL). Super Bowl sendiri selalu menjadi final terbesar dan termegah, bahkan untuk ukuran dunia karena berbeda dengan 3 olahraga besar lainnya tersebut yang finalnya dilakukan beberapa pertandingan untuk menentukan pemenang (biasanya best of 7), Super Bowl hanya mempertandingkan “the only final” untuk menentukan pemenang antara tim yang bertanding.

Sejarah

American football sering kali diasosiasikan dengan rugby karena cara permainannya yang mirip dan mengandalkan “full body contact”. Hal ini wajar karena permainan American football memang dikembangkan dari rugby. Berbeda dengan rugby, tidak semua pemain American football diizinkan untuk berlari membawa bola, dan perbedaan utamanya ialah “forward pass”. Permainan rugby identik dengan umpan ke belakang, sedangkan American football berjalan dengan umpan ke arah depan dari tim yang menyerang.

Team

Sama seperti rugby dan “football” umum yang dikenal orang, American football dimainkan oleh 11 orang dengan posisi dan peran masing-masing. Dalam 1 tim American football terdapat 3 unit utama, yakni tim menyerang (offensive unit), tim bertahan (defensive unit), dan tim special (special team). Offensive unit bertugas saat tim dalam posisi menyerang, defensive unit bertugas saat tim dalam posisi bertahan, dan special team bertugas saat posisi kicking dan punting. Setiap orang dalam tim American football biasanya memiliki perannya sendiri dalam masing-masing unit, namun bisa juga terdapat beberapa peran yang merangkap (overlap) di unit berbeda. Contohnya, seorang running back (RB) di offensive unit dapat juga berpean sebagai kick/punt returner di special team.

Permainan

American football dilakukan dengan tim menyerang mendapatkan 4 kali kesempatan, disebut “downs” untuk memajukan bola sejauh 10 yard dari titik awal permainan dilakukan. Memajukan bola dapat dilakukan dengan membawa bola tersebut sambil berlari (running) atau melemparkan bola ke pemain yang bergerak maju (passing). Permainan diawali dengan “snap”, ketika pemain “center” di offensive line memberikan bola melalui celah kakinya kepada pengatur serangan, biasanya disebut quarter back (QB). QB berperan sebagai playmaker dalam permainan American football. Setiap bola dapat mencapai 10 yard atau lebih lewat kurang dari 3 downs, tim menyerang mendapatkan 1 set kesempatan yang terdiri dari 4 downs lagi untuk memajukan bola dan permainan kembali dimulai dengan snap, ini disebut “first down”. Bola dinyatakan mati ketika pemain yang membawa bola dijatuhkan, lemparan tidak tertangkap (incomplete pass), atau bola dibawa keluar lapangan. Apabila setelah 4 downs bola tidak bisa melewati 10 yard maka kesempatan menyerang diberikan pada tim bertahan. Dalam permainan umum, ketika dalam posisi 3rd down (kesempatan ketiga dalam 1 set first down) bola belum melewati batas 10 yard, tim menyerang memilih untuk melakukan “punt” yaitu menendang bola sejauh-jauhnya pada kesempatan keempat (4th down) agar tim bertahan memulai menyerang dari posisi sejauh-jauhnya dari end-zone mereka.

Permainan American Football dilakukan selama 60 menit terbagi menjadi 4 babak, masing-masing 15 menit. Setelah 2 babak, permainan dihentikan untuk istirahat paruh waktu (half-time). Di akhir masing-masing babak, tim menyerang dan bertahan bertukar posisi lapangan. Waktu pertandingan benar-benar dihitung berdasarkan berjalannya permainan, sehingga dalam American football tidak dikenal “injury time”, ketika bola tidak dimainkan, waktu pertandingan dihentikan. Apabila pertandingan berakhir seri dilakukan perpanjangan waktu selama 15 menit (overtime) dengan sistem sudden death, apabila skor tetap sama setelah waktu overtime berakhir, pertandingan diakhiri dengan seri.


Skor

Tim menyerang mendapatkan skor 6 ketika membawa bola atau menerima umpan melewati batasan garis terakhir di bagian belakang sisi lapangan tim bertahan yang dikenal dengan istilah “touchdown” atau skor 3 ketika bola ditendang melewati gawang yang ada di bagian belakang lapangan yang dikenal dengan istilah “field goal”. Ketika mencetak touchdown, tim menyerang diperbolehkan untuk mencetak “extra point” dengan memilih untuk menendang bola ke gawang dan memperoleh 1 poin tambahan atau mencetak touchdown kembali dan memperoleh 2 poin tambahan. Extra point berupa 1 kali kesempatan mencetak poin setelah touchdown. Sistem touchdown, field goal dan extra point dengan menendang bola ke gawang sama seperti rugby. Bedanya hanya ketika melalukan touchdown di American football, bola hanya perlu melewati garis tidak perlu menyentuh tanah seperti pada olahraga rugby, dan pada rugby tidak ada sistem “2-pt extra point”. Safety bernilai 2 poin bagi tim bertahan, ketika pembawa bola dari tim menyerang dijatuhkan di end-zone nya sendiri. Istilah safety bisa diasosiasikan dengan “gol bunuh diri” di olahraga sepakbola umum.

Sekian awal dari perkenalan dengan American Football.

Sumber utama: wikipedia

Dapat dibaca pula pada
http://www.kompasiana.com/andre_st77/mengenal-olahraga-american-football_58b4fbe1f87e613b056810a3

Senin, 21 Desember 2015

IBU

Ibu...

Ibu melahirkan
Ibu merawat
Ibu membelai
Ibu memberi
Ibu mengasihi
Ibu menyayangi
Ibu memperhatikan
Ibu mendengarkan
Ibu menerima
Ibu memaafkan
Ibu berkorban
Ibu menderita

Tak ada yang merawat seperti ibu
Tak ada yang membelai seperti ibu
Tak ada yang memberi seperti ibu
Tak ada yang mengasihi seperti ibu
Tak ada yang menyayangi seperti ibu
Tak ada yang memperhatikan seperti ibu
Tak ada yang mendengarkan seperti ibu
Tak ada yang menerima seperti ibu
Tak ada yang memaafkan seperti ibu
Tak ada yang berkorban seperti ibu
Tak ada yang menderita seperti ibu

Hanya Ibu yang terbaik

SELAMAT HARI IBU

Kamis, 16 April 2015

Rahajeng Nur Indah Oktoviani Pakpahan

Rahajeng Nur Indah Oktoviani Pakpahan, nama yang panjang bukan? Dia biasa dipanggil Ajeng atau Via, dan beberapa orang memnaggilnya Bojenk. Aku sendiri lebih senang memanggilnya Ajeng atau Via, Via terdengar lebih enak sih, tapi karena awalnya selalu memanggil Ajeng, saat ini belum terbiasa memanggilnya dengan panggilan Via, bahkan terkadang lebih suka memanggilnya nona manis atau sayang, hehe... Dia pacarku.

Bagaimana kami bertemu? That's a tricky question. Ayah dan ibunya rekan kerja ayahku di (dulu) PPPGT, atau terkadang lebih dikenal dengan TTUC di Cimahi, mungkin sekarang pun sudah berubah namanya. Tapi jika ditanya apakah aku mengenalnya sejak kecil, aku tidak ingat, mungkin pernah dikenalkan tapi aku lupa. Yang pasti aku mulai "mengenalnya" saat SMP, karena kami 1 sekolah di SMP St. Aloysius, Bandung. Mengenal mungkin juga bukan jawaban yang tepat, aku hanya tahu mukanya dan namanya tanpa benar-benar berteman dengannya, dia pun demikian terhadapku. Di SMA kami masih 1 sekolah di SMA St. Aloysius, Bandung, selama SMP dan SMA kami tidak pernah sekelas sama sekali, jadi yah kami hanya saling tahu saja. Begitu pula saat beranjak ke masa perkuliahan, kami 1 kampus di ITB walau berbeda fakultas dan jurusan. Bila bertemu kami hanya saling menyapa tanpa bercakap-cakap lebih lanjut. Sejak aku mengenal rasa suka terhadap lawan jenis, dia tidak pernah masuk radarku sama sekali, aneh bukan?

Mulai entah dari kapan, aku terkadang suka membalas kicauannya di twitter atau post-postnya di facebook, tanpa maksud apapun. Out of nowhere aku meminta nomor teleponnya, orang yang bahkan hanya aku tahu namanya dan mukanya, selama SMP-SMA-kuliah ngobrol pun tak pernah, weird? yeah... Tanpa rencana apapun sebelumnya, dalam perjalanan menuju Bandung dari Jakarta di travel Cititrans, saat bengong tak tahu harus apa aku kontak dia pertama kali, saat itu Rabu 14 Januari 2015. Ngobrol untuk pertama kalinya, entah kenapa rasanya kami sudah berteman dari lama. Sejak saat itu aku beberapa kali mengontak dia, walau tanpa maksud apapun, hanya mengobrol saja, rasanya cocok. Aku pun mengajaknya ketemuan untuk pertama kali, saat itu aku dan dia sama-sama pulang ke Bandung. Aku yang akan tes TOEFL mengajaknya minum kopi di salah satu roastery di Ciumbuleuit setelah aku selesai tes, saat itu Sabtu, 7 Februari 2015. Tapi nona manis yang satu ini entah bagaimana pergi bersama 2 teman dekatnya untuk sarapan di alkateri lalu main ke rumah salah satu temannya itu di Sumber Sari, dan saat kutanyakan dia di mana, dia bilang "gw di Sumber Sari", yang jaraknya ke Ciumbuleuit sangat jauh. Bingung dengan hal itu, aku tetap pergi ke roastery tersebut lalu meminum 2 gelas kopi sambil menunggu kabar darinya. Akhirnya tempat pertemuan diubah ke roastery yang lain, Noah's Barn di jalan Garuda karena dia dan 2 temannya itu pergi ke sana, aku menyanggupi. Sesampainya di sana, dia berbaju putih duduk di barisan belakang kafe bersama 2 temannya itu dan aku hampir tidak mengenalinya. Aku rasa diapun demikian, apalagi saat itu aku berkumis dan berjanggut lebat, berambut panjang dengan bando, mengingatnya membuatku tertawa... Aku sama sekali tidak berdandan, merapihkan diri karena kupikir hanya ketemuan biasa dan ngobrol-ngobrol santai ala warung kopi. Itu saat pertama kalinya aku berbincang dengannya berdua, mengenalnya untuk pertama kali. If there's fall in love in first sight, I could't say that happens for that moment. Setelah itu aku mengantarnya pulang, saat itu hujan lebat, dan aku ke rumahnya untuk pertama kali.

Setelah saat itu, kami tetap hanya berbincang-bincang seadanya, terkadang berbagi cerita mengenai kegiatan masing-masing kami, apa yang kami lakukan, kerjaan masing-masing, belum intense. Tapi akupun penasaran, kenapa kami bisa begitu cocok padahal baru saja saling mengenal, aku coba lagi mengajaknya nonton di hari Valentine, bukan di sengaja, memang hanya karena hari tersebut jatuh di hari Sabtu seminggu setelah kami bertemu di Bandung. Dia menghadiri acara gerejanya dulu di pagi hari, lalu menghampiriku yang menunggu di Kuningan City untuk menonton di situ. Bajunya dress terusan warna kuning, rambutnya dikuncir kuda, belum ada tanda-tanda khusus dari hatiku saat itu. Mengobrol lebih banyak, aku lebih mengenalnya saat itu, merasa lebih cocok dan klop, tapi hati belum berkata "ini yang aku cari", masih mempertimbangkan. Sejak saat itu, kami lebih sering mengobrol lewat WA, terkadang saling bertukar email, tapi belum bertemu lagi hingga dia kembali pulang ke Bandung. Sabtu, 7 Maret 2015, aku datang ke rumahnya menjemputnya untuk nonton di Ciwalk sambil membawa papercraft Olaf titipannya. I didn't know what she thought that day, but in my heart I think I just fall for her. I decided to pursue her, to see what she feel about me. It's awkward how someone heart fell that fast for a woman that she just knew for 2 months, right? But it's happened, to me. Minggu, 22 Maret 2015, saat mengantarkannya hingga stasiun rawa buntu aku memberikannya sebuah pembatas buku yang menyatakan perasaanku padanya, walaupun kata-katan sebenarnya hanya aku ucapkan lewat WA, dia tahu aku suka dia.

Hari Kamis berikutnya, saat aku dalam perjalanan pulang ke Bandung, di travel entah bagaimana aku membuatnya BT, kesel, marah. Dan hari berikutnya, dia memberitahukan ada cowok lain yang suka dengan dia, walau dia memberitahu cowok tersebut bahwa dia tidak menyukainya, tetap saja saat itu membuatku jatuh, berbagai pikiran negatif datang membuat hidup tidak tenang. Hal itu menyadarkanku bahwa, ya aku sudah jatuh cinta padanya, rasa cemburu menyadarkan itu. Dan hal itu juga yang menyadarkanku bahwa dia juga care terhadapku, membuatku membulatkan tekadku untuk menanyakan padanya apakah dia mau jadi pacarku. Menyembuhkan hati, pikiran, dan membawa niat, Kamis 9 April yang lalu aku untuk pertama kalinya datang ke kosannya di BSD. Dengan gugup, tidak semua yang kurencanakan di kepala bisa terealisasi, aku tanyakan padanya "would you be my girlfriend". Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya saat itu, dia hanya menanyakan kapan aku mau dengar jawabannya. Aku bilang aku tak tahu, aku tidak mau memaksa dan menetapkan deadline, kapanpun dia punya keputusan aku siap. Sambil mengantarkanku ke angkot, sesaat sebelum aku naik ke angkot yang akan mengantarkanku ke stasiun rawa buntu, she said "the answer is yes". The happiest moment on my life like just happened.

Kami berdua orang yang punya kepribadian yang sangat bertolak belakang, dia ekstrovert, aku introvert, dia kolerik, aku plegmatis, dia perasa, aku selalu berpikir dengan otak, dan masih banyak lagi sifat kami berdua yang berbeda 1 dengan yang lain. Aku pun bingung bagaimana bisa dua orang yang sangat berbeda bisa cocok 1 sama lain. Tapi jika 2 orang yang memiliki kesamaan sifat akan terlihat seperti kedua tangan yang terlipat untuk berdoa, aku menganggap dua orang dengan sifat bertolak belakang saling melengkapi seperti kedua tangan yang terbuka ke arah berlawanan sehingga terlihat seperti kelopak bunga yang sedang mekar. Dan aku berharap kami berdua saling melengkapi seperti bunga mekar sehingga kami berdua berkembang penuh bersama. Mengapa baru sekarang? Aku tidak bisa menjawab hal itu, aku hanya percaya tidak ada yang namanya kebetulan, maybe it's part of God's plan. I just want to believe that God bless this broken road to led me to her, and I thanks Him for giving her for me. Sudah seminggu kami berpacaran, dan ini adalah kisah yang bisa kulukiskan tentang dia dari sudut pandangku. Dan, aku masih berharap masih banyak kisah yang boleh kami goreskan bersama, dan jika Tuhan mengijinkan hingga akhir hidupku aku boleh menuliskan kisah hidup bersamanya. Masih banyak rintangan menghadang di depan, tapi semoga kami bisa mengatasinya berdua.

Happy 1 week anniversary, Via! I love you!

Rabu, 04 Februari 2015

Iman dan Reward

" Alkisah ada seorang yang sangat kaya raya, istrinya meninggal saat melahirkan anak pertamanya. Kelahiran anaknya prematur menyebabkan anak tersebut cacat dan wajahnya tidak memiliki bentuk yang sempurna. Sang orang kaya sangat terpukul dengan kematian istrinya sehingga dia tidak menikah lagi. Dia sangat menyayangi anaknya walaupun anak tersebut cacat dan tidak sempurna. Seiring pertumbuhan si anak, sang orang kaya tidak mampu merawatnya sendirian sehingga dia mempekerjakan seorang perawat untuk membantunya merawat si anak. Perawat itu mengasuh si anak dengan penuh kasih sayang seperti anaknya sendiri. Karena tubuhnya yang tidak sempurna umur si anak tidaklah lama, dia pun meninggal akibat komplikasi beberapa penyakit. Sang orang kaya sangat terpukul dengan kematian anak semata wayangnya, ia pun jatuh sakit. Tak lama setelah kematian anaknya, ia meninggal. Karena tidak memiliki ahli waris, semua harta sang orang kaya untuk sementara diambil alih pemerintah kota, isi rumahnya dilelang. Guci mahal, lukisan artistik, perhiasan, dan benda-benda bagus lainnya dengan cepat terjual. Saat di akhir lelang, hanya 1 benda yang tersisa dan tidak menarik perhatian siapapun, yaitu foto si anak. Foto itu menunjukkan kecacatan dan ketidaksempuranaan si anak sehingga siapapun yang hadir di tempat lelang tidak ada yang tertarik membelinya. Akhirnya panitia lelang menurunkan harga foto tersebut menjadi $1 saja. Perawat yang dulu mengasuh si anak hadir disitu dan membeli foto tersebut dengan harga $1. Sesampainya di rumah, dia membersihkan foto tersebut dan menemukan di dalamnya sebuah surat. Surat tersebut menyatakan siapapun yang memegang surat tersebut berhak akan semua harta sang orang kaya."

Kasih, cinta, dan iman kita untuk Tuhan sama seperti perawat terhadap si anak. Terkadang Tuhan tidaklah sempurna di mata kita, dia sering membuat kecewa, terkadang kita mengeluh kenapa keinginan kita tidak terkabul, doa-doa kita tidak didengar, Tuhan tidaklah sempurna di mata kita. Sama seperti si anak yang cacat, tidak sedap dipandang. Tapi yang tidak sempurna itu murah, seperti harga foto si anak yang hanya $1, Tuhan bahkan gratis, kita bisa datang kepadaNya kapan saja kita mau, gratis! Tidak dipungut biaya! Kita bisa curhat, meminta, memohon kepadaNya kapan saja, anytime, and He always be there, just for you. Dan sama seperti perawat yang memperoleh harta berlimpah hanya karena kasih sayangnya terhadap si anak, kita pun demikian. Hanya dengan kasih, cinta, dan iman kita pada Tuhan Yesus, yang terkadang kita anggap tidak sempurna itu kita pun mendapat harta berlimpah: KESELAMATAN!

Selamat merenung...

Minggu, 10 Agustus 2014

Jabatan

Apa itu jabatan? Apa gunanya jabatan?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jabatan berarti pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Jabatan sendiri memiliki beberapa sub-bagian, antara lain fungsional dan struktural. Jabatan fungsional berarti jabatan yang ditinjau berdasarkan fungsi dari orang yang menjabat, tidak peduli terhadap posisi orang tersebut di suatu organisasi, contohnya seperti tenaga/tim ahli. Sedangkan jabatan struktural merupakan jabatan yang terdapat dalam struktur organisasi (komunitas) secara formal sehingga tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak pejabat bersangkutan sudah diatur.

Saya mau sedikit membahas tentang jabatan struktural. Seperti yang disebut di atas, penjabat suatu jabatan struktural tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya sudah diatur. Biasanya jabatan struktural berupa hierarki kepemimpinan di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Jabatan struktural yang lebih tinggi mengatasi orang-orang di bawahnya dengan jenis tanggung jawab dan tugas yang berbeda-beda, tergantung posisi orang tersebut dalam "pemerintahan". "Tugas" pejabat struktural identik dengan suatu "job description", dalam "job description" itu terpapar wewenang dari jabatan tersebut. Contohnya: seorang office boy memiliki tugas untuk membersihkan kantor saat pegawai kantor belum datang, melayani para pegawai kantor (membeli makan siang, membuatkan minuman, memfotokopi dokumen, dll), dalam hierarki kantor dia berada di jajaran paling bawah, dengan demikian office boy tidak memiliki wewenang (tidak berhak) untuk mengatur pegawai-pegawai kantor lainnya yang memiliki posisi/kedudukan struktural lebih tinggi darinya.

Bagaimana jika seorang pejabat struktural dilangkahi posisinya, tidak lagi dipercaya dalam tanggung jawabnya, dan seperti tidak dibutuhkan lagi dalam kepengurusan sebuah organisasi? Itu menandakan posisinya tidak lagi dibutuhkan, jabatan dalam fungsi sebuah organisasi tidak lagi diperlukan, dan dapat dianggap hilang. Tetapi, sesungguhnya tindakan demikian tidak etis dalam sebuah "pemerintahan" organisasi. Jika memang tidak diperlukan, mengapa sejak mulanya dibuat jabatan struktural tersebut? Jika akhirnya jabatannya dilangkahi, mengapa diperlukan adanya posisi/kedudukan itu? Hal demikian mencederai proses kepengurusan dan hierarki sebuah organisasi. Sebagai pejabat struktural yang dilangkahi posisi dan tanggung jawabnya, seseorang berhak untuk mengajukan keberatan, tetapi dalam posisi demikian apakah hak suaranya akan didengar oleh organisasi tersebut? Saya rasa tidak. Yang bisa dilakukan hanya mundur perlahan, menganggap bahwa posisinya dapat digantikan posisi orang lain dengan tanggung jawab yang sama sehingga keberlangsungan kerja organisasi dapat terus berjalan.

Ini yang terjadi dalam kepengurusan organisasi Dewan Pastoral Paroki (DPP) gereja saya. Saya salah seorang pejabat struktural sebagai Kepala Seksi (KaSie) Kepemudaan. Secara organisasi jabatan ini tumpang tindih dengan jabatan Ketua OMK, sehingga memang secara tanggung jawab dan "job description"nya susah dipisahkan tetapi KaSie Kepemudaan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Ketua OMK dalam hierarki DPP. Pastor Paroki sebagai yang teratas dalam hierarki ternyata mengabaikan kedudukan hierarki ini dan melibatkan orang luar yang bahkan tidak termasuk dalam jajaran kepengurusan DPP dalam menangani urusan dan tanggung jawab KaSie Kepemudaan dan Ketua OMK. Kesalahan seperti ini terjadi berulang-ulang sehingga saya akhirnya malas untuk mengajukan nota keberatan. Rasa marah sedikit tersirat, muncul pertanyaan "kenapa dulu saya yang dipilih mengisi jabatan ini jika akhirnya orang lain yang diandalkan?". Yang saya lakukan saat ini hanya mundur perlahan, menghilang, menganggap bahwa tanggung jawab yang saya emban sudah ada orang lain yang melaksanakan. Tidak diperlukan lagi memang terasa menyakitkan tetapi lumayan mengurangi beban tanggung jawab yang harus saya pegang, untuk urusan ini saya lega.

Edisi curhat...

Rabu, 25 Desember 2013

UNDERESTIMATE

Menurut kamus Inggris-Indonesia 'underestimate' berarti 'meremehkan'. Meremehkan berarti memandang rendah/kecil orang lain, menganggap oarng lain tidak mampu untuk melakukan suatu hal tertentu. Seringkah Anda mendengar kata-kata seperti ini "Ini siapa sih yang bikin? Oh, (si A/kelompok A/organisasi A), pantes jelek...."

Saya mau sedikit spesifik di sini, sebelumnya saya mohon maaf bagi pihak-pihak yang mungkin tersinggung dengan tulisan saya. Pilihan yang ada di dalam kurung pada penjelasan saya di paragraf pertama, cobalah Anda ganti dengan 'kaum muda'. Banyak orang tua yang saya anggap meremehkan kemampuan kaum muda. Sekali lagi saya mencoba spesifik, kaum muda dan orang tua yang saya ambil sebagai contoh di sini adalah kaum muda di gereja, terutama di gereja saya.

Dalam pikiran banyak orang tua di gereja saya, segala sesuatu yang dikerjakan oleh kaum muda pasti salah/buruk di hadapan mereka. Maaf sekali lagi saya ucapkan bila ada pihak-pihak yang tersinggung, karena saya membuat kasus ini menjadi umum bagi semua orang tua.

Saya ingin menekankan lewat tulisan ini, organisasi kaum muda di mana pun berada, di gereja (OMK), di lingkungan (mudika), di RT/RW (karang taruna), apapun namanya adalah suatu organisasi yang bertujuan bagi pengembangan diri anak-anak muda dan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak muda yang menjadi anggotanya. Jadi, jika kaum muda membuat suatu acara dukung mereka bukan hujat mereka. Tidak mungkin acara yang mereka susun akan berjalan seperti susunan acara dari event organizer (EO) terkemuka, mereka bukan profesional yang dibayar mahal untuk merencanakan suatu acara tertentu. Tujuan mereka hanya pelayanan, tolong sadari itu.

Bagi orang tua yang menghujat kerjaan mereka, tolong pikirkan lagi, mereka tentu tidak ingin para hadirin di acara mereka kecewa, tetapi mereka harus memuaskan ratusan orang tua, terbayangkah oleh kalian beban yang mereka tanggung? Pernahkah kalian berada di posisi mereka, apa yang kalian rasakan? Mereka berjalan sendirian tanpa bimbingan, mereka anak muda yang masih harus belajar, tapi kalian selalu menganggap rendah mereka. Jika ingin mereka lebih baik, jangan hujat mereka dengan kata-kata kalian yang menyakitkan, itu hanya menurunkan semangat mereka, BIMBING mereka ke arah yang lebih baik.

Pesan ini saya tujukan tidak hanya bagi orang tua di gereja saya, tapi juga bagi semua orang tua. Tugas kalian adalah membimbing yang muda, melakukan regenerasi, tolong pikirkan itu. Semua kaum muda adalah anak-anak kalian, bawa mereka ke jalan yang benar. Melepas kaum muda untuk melakukan segala sesuatu sendirian mungkin ada benarnya, sehingga mereka akhirnya terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, tapi jangan rendahkan hasil kerja keras mereka. Jika ada hasil yang kurang memuaskan, kritik mereka dengan kata-kata yang membangun, bukan dengan hujatan.

Semoga pesan ini berkenan bagi setiap orang tua yang membacanya.

Sedikit renungan dari acara natalan gereja
25 Desember 2013

Kamis, 01 Agustus 2013

Dia

Dia, secercah harapan
Dia, anak malaikat pembawa kebahagiaan
Dia, bidadari
Dia, kelegaan, seperti orang haus yang mendapatkan sumber air
Dia, sumber tawa
Dia, mimpi indah
Dia, senyum ceria
Dia, dunia
Dia, surga
Dia, cinta
Dia, keajaiban
Dia, ANUGRAH

Dia itu kamu

Selasa, 08 Januari 2013

Hari Menulis Sedunia

8 Januari, entah dari mana asal muasal sejarahnya hari ini jatuh sebagai Hari Menulis Sedunia, untuk berpartisipasi maka sebenernya gw pengen nulis sesuatu, tp sayangnya gw ga punya ide...

Nah IDE, mungkin daripada susah-susah, gw nulis tentang IDE aja deh...

IDE

Dalam kamus besar bahasa Indonesia ide berarti rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita. Dan ide itu MAHAL. Kenapa bisa mahal? Mahal di sini bukan berarti sulit dibeli secara materi, tapi ide yang bagus itu sulit dicari dan apabila sudah didapatkan itu sangat berharga. Walau lebih sulit lagi merealisasikan ide yg bagus itu ya.

Jaman kreatif seperti sekarang, ide bisa jadi komoditi yang sangat berharga dan mahal. Ga perlu susah-susah cari contoh, nah gw mau nulis blog yang berisi dan berbobot aja ga punya ide, dan kalaupun ide itu bisa gw dapetin, belum tentu realisasi penulisan blog gw bisa sebagus blognya Raditya Dika.

Nah, tahap pertama dari suatu karya seni yang indah dan bagus pasti dari ide yang cemerlang, yang sekali lagi gw tekankan SULIT DIPEROLEH. Karya seni di sini bukan hanya terpaku pada seni2 kontemporer dan biasa seperti musik, lagu, lukisan, atau bentuk-bentuk seni rupa lainnya. Fotografi, video, bahkan menulis juga membutuhkan keahlian seni dari orang-orang yang membuatnya. Dan yang namanya seni pasti memakai rasa untuk menentukan bagus atau tidaknya sebuah karya seni. Maka tidak jarang ada orang yang menilai suatu karangan bagus, tapi ada juga orang yang tidak suka dengan tulisan tersebut.

Tapi untuk membuat suatu karya seni yang bisa diapresiasi orang banyak, mampu menarik minat banyak orang untuk menikmatinya tetap diperlukan sebuah ide awal yang brilian. Bagaimana seorang George Lucas awalnya menciptakan rangkaian kisah Star Wars yang terkenal jika tidak datang dari sebuah ide tentang film science fiction yang bisa membuat tercengang banyak orang di masa itu.

Gw sendiri merasakan bahwa memperoleh ide brilian yang bukan main-main itu sulit diperoleh. Ide untuk menulis, memfoto, mengedit sebuah foto menjadi sebuah karya yang dipuji orang itu sulit. Seorang teman lulusan DKV bercerita ke gw, saat dia KP (kerja praktek) di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang berbasis di Jakarta, bahwa orang-orang di situ sangat sibuk mendiskusikan tentang ide. Ide untuk membuat suatu acara yang 'wah', ide untuk membuat iklan baik di media cetak, siaran, dan bahkan media sosial yang 'wah', siang dan malam dihabiskan untuk rapat hanya untuk mencari IDE.

Jaman sekarang, ide yang bagus bisa dijual dengan harga tinggi, terutama di industri-industri yang mengutamakan ide dan kemampuan merealisasikan ide tersebut ke bentuk nyata yang sesuai dengan keinginan sang pembuat ide. Lihatlah Pasha 'UNGU' yang 1 buah lagu ciptaannya dihargai 50 juta rupiah. Para comic seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, yang ide-ide mereka untuk memunculkan joke-joke pada acara komedi tunggal menuai begitu banyak pemasukan.

Berbahagialah orang-orang yang diberikan bakat sebagai orang yang kreatif, yang bagi mereka menncari ide bagus hanya seperti membalikkan telapak tangan. Karena hidup dengan ide membawa begitu banyak kebaikan dalam hidup.

Buat saya yang bakat seninya sangat kurang, saya hanya ingin bisa menulis dengan baik dengan ide-ide yang bagus yang sulit saya dapatkan karena saya tidak kreatif. Tapi semoga dengan banyak berlatih, bakat yang sedikit itu bisa membantu saya mengembangkan kemampuan menjadi lebih baik. Karena menurut Thomas Alfa Edison, kerja keras 99% dibantu bakat 1% yang membuat Anda berhasil dalam hidup.

Teruslah menulis, mungkin itu pesan yang ingin disampaikan melalui Hari Menulis Sedunia ini. Setidaknya saya turut berpartisipasi sedikit.

Selasa, 01 Januari 2013

2012

Semenjak gw punya blog dari tahun 2008, gw selalu pengen nulis rekap tentang apa yg udh alamin selama 1 tahun pas malam pergantian tahun dr yg lama jd yg baru (contoh: 31 Des 2012), sekarang emang telat sih krn hr ini udh 1 Jan 2013, tapi ambil positifnya aja, ini blog bisa gw tulis.


2012, katanya sih tahun kiamat gara2 bangsa (jangan pake 't' di belakang) Maya cuma bikin kalender ampe 21 desember 2012, yg ternyata terbukti tidak benar. kita anggap saja bangsa Maya ini diisi oleh org2 malas yg tidak mau melanjutkan kerjanya membuat kalender. jadi, sekarang KIAMAT sungguh menjadi hak prerogatif sang khalik.


2012, 366 hari, banyak ya... lebih banyak 1 hari dibanding tahun2 pada umumnya berhubung dia tahun kabisat, karena ada banyak hari jd lumayan juga banyak pengalaman yg gw alami selama tahun ini, ada yang penting, ada yang ngga, dan yang mau gw rekap di sini yg penting2 aja lah ya, yg ngga penting sih gw jg udh lupa... jadi mari kita rekap kejadian2nya per bulan saja biar lbh mudah.



Januari
Bulan pertama di tahun 2012 dan di tahun2 lainnya. Kejadian penting di sini cuma gw bisa nonton Simple Plan konser di Jakarta. Demi ketidakinginan untuk menjilat ludah sendiri, gw HARUS nonton band ini konser jika dia tampil di Indonesia. Keinginan terkabul saat pengumuman itu datang di Agustus 2011, beli tiket secara online kemudian nonton konsernya pas Januari 2012. Band ini band favorit gw sejak 2002 pas mereka ngeluarin album pertama No Pads, No Helmets... Just Balls dan gw udh berjanji pd diri gw sendiri klo mereka dtg ke Indonesia, gw harus nonton. Sebelum 2012 mereka udh 2x dtg ke Jakarta dan gw belum dpt kesempatan nonton mereka konser, so saat itu tiba gw paksakan diri gw untuk nonton. Puas dgn penampilan live mereka, they're still the best for me.


Februari
Menjalani rutinitas menyelesaikan thesis s2 bersama dosen pembimbing gila di bulan ini kerjaan gw bolak balik melakukan uji sampel, rata2 bergaul dengan Pak Yopi dr Metalurgi buat uji sampel XRD dan mendiskusikan hasilnya. Jangan tanya soal tgl 14 di bulan ini coz still nothing special, hanya sebatang coklat yg diberikan terlamabat (tgl 15) dgn motif menagih utang akibat sang kecengan gw anter ke kota kecil di seputaran ibu kota utk menyelesaikan sedikit masalah pada kesiapan sebuah acara.


Maret
Mengejar matahari, mungkin judul yg cocok buat bulan ketiga ini. Cape dan ga bakalan dapet, itu intinya. Berusaha untuk lulus April maka gw ngebut sebisanya utk menyelesaikan urusan gw dengan sang dosen biadab hanya untuk mendapatkan bahwa usaha yg gw lakukan sia-sia. Di detik2 terakhir sebelum batas akhir seminar utk lulusan April dia bilang "Uji kamu ada yg kurang deh" dengan santainya. Ada yg minta digorok. ESMONI! terpaksa menunda kelulusan untuk yg kedua kalinya, mulai deh memikirkan bagaimana caranya gw bisa melakukan uji saat sampel yg diperlukan untuk uji tidak tersedia dan bahan untuk bikin sampel lagi udh semakin menipis, sangat tipis bahkan.


April
Harusnya sih, seyogyanya, sewajarnya, gw lulus bulan ini, tp karena dosen gila itu semua rencana tertunda. Ke serpong (pakai 'r' yah!) buat uji sampel, jauh2 utk melakukan hal yg sebenernya bisa dilakukan di itb, dengan biaya jauh lebih murah dan hasil yang jauh lebih bisa diharapkan. berdebat panjang lebar dgn sang dosen utk mempertahankan hasil uji yg sudah diperoleh dgn hasil kalah telak dan MAU TIDAK MAU harus melaksanakan keinginan sang dosen. Ada LRPTN.


Mei
Akhirnya segala urusan uji menguji sampel beres, disetujui untuk memantapkan laporan, sedikit berita baik. Dia belajar ujian akhir, mencoba membantu sebisanya. Sisanya nothing special.


Juni
Memberikan kado untuk ultah diri sendiri. Dinyatakan lulus setelah menjalani sidang thesis. rekap sedikit suasana sidang, rabu sore hari menunggu di lab sebelum pengadilan tiba, melihat ke luar jendela ada Altis D 80 JS di parkiran, "sedang apa bokap gw di kampus?". Si bokap hendak menonton sidang saya ternyata, kurang bikin tegang apa lg coba, berusaha cuek seperti biasa, toh saya memang org cuek. 'Dia' ga mau dtg krn ga dpt temen, jd cuma memberikan semangat via sms. Sidang berjalan setengah, tiba2 sahabat terbaik nongol dgn celana pendek dan sendal, ingin tertawa tp tidak pantas rasanya. Penguji 1 sangat baik, berhubung sering curhat soal masalah2 yg saya hadapi sepanjang mengerjakan thesis, pertanyaan2 yg diajukan cukup mudah dijawab, bahkan akhirnya mendapat saran yg cukup membangun. Penguji 2 orgnya detail, sedikit salah kena deh dicecar, tp yah ga buruk2 amat lah. Beres sidang menemani sang sahabat beli laptop baru lalu menghibur diri di tempat favorit, Starbucks Ciwalk. Ultah sih cuma dpt ucapan selamat saja biasa2 dr handai taulan, ga perlu diperbicangkan. Oh, dia ujian akhir, lulus.


Juli
Menerima kenyataan akibat kebodohan yg saya lakukan saya tidak bisa wisuda Juli. Cukup! Dia wisuda saat sodara sepupu menikah, berhubung tiap ada acara keluarga saya jd supir, so ga bs hadir di acara itu, sekuntum bunga pun tak sempat diberikan, hanya dibiarkan layu begitu saja di mobil yg terpanggang matahari.


Agustus
Bulan di mana saya banyak mengirimkan aplikasi2 untuk s3 di eropa. Sisanya, saya pun lupa apa yg terjadi di bulan ini. Jangan tanya lagi.


September
Bulan hibernasi karena hampir setiap org minta Wake me up when September ends. Begitu pula dgn saya, maklum mainstream. Mulai dpt kerjaan dr salah satu dosen muda di itb. Lembur pertama kalinya di kampus bahkan sejak masa2 kuliah dulu.


Oktober
WISUDA!! Itu aja sih yg penting. Yg lain ecek2. Wisuda yg sangat berbeda dr wisuda s1, kali ini sendirian ke sabuga tanpa didampingi orang tua. Wisudanya sendiri hari Jumat, beda ama wisuda s1 yg jatuh hari Sabtu. Menghadiri acara di prodi sendirian. Dan tumben gw dpt bunga dr 2 calon dosen yg msh berkeliaran di kampus. Ke jakarta, rapat di BP Migas. Eh kelewat, ada lg yg penting, SURABAYA!!! Bertiga dgn sobat karib melancong ke ibukota Jawa Timur ini mengunjungi kawan yg bekerja di sana. Mulai dr ngecengin anak2 Petra di Starbucks, naik gunung ampe sakit perut di Bromo, dan keliling2 di kota Malang. Ada yg mulai kerja jg di awal bulan ini.


November
Bulan hujan gara2 lagu November Rain. Bernostalgia dan reuni dgn sahabat2 jaman kuliah, nginep semalam di salah satu villa di Lembang. Masak shabu, main kartu, ketawa2, merencanakan masa depan, bergembira ria mengingat masa2 kuliah. FM 2013 mainan wajib tiap tahun release tp belum bisa menikmati karena bajakannya ga keluar.


Desember
The last but not the least. Bisa menikmati FM 2013, beli asli, terpaksa, tergoda. Tes TOEFL yg hasilnya amburadul. Dpt kerjaan proyek baru dan ilmu baru. Dan terakhir, natalan keluarga besar Situmorang Pande turunan Ompung Gintha di rumah berjalan mulus.


HABIS. 12 bulan udh gw rekap semua. Ada yg bahagia, ada yg bikin gondok, ada yg bikin galau. Tp smoga semuanya bs jd pengalaman berharga tak terlupakan dan jadi guru terbaik buat diri gw.

Minggu, 29 April 2012

Jadi Pastur Itu Keren

Minggu untuk memperingati panggilan iman Katolik kita baik sbagai biarawan-biarawati maupun awam selalu jatuh pada Minggu keempat Paskah tiap tahunnya. Dan minggu ini selalu diisi dengan ajakan untuk mengikuti jejak-jejak para pastur untuk melayani umat. Dan selalu saya merasa terpanggil. Cita-cita masa kecil itu terpanggil lagi, walau hanya sesaat terlintas lagi pikiran "jadi pastur itu keren". Mungkin itu alasan yang salah untuk menyatakan keinginan jadi pastur. Pastur itu memiliki banyak tuntutan yang tidak mudah untuk dijalani. Untuk itu keyakinan untuk menyerahkan diri dan keinginan untuk melayani Tuhan sesama sangat kuat dibutuhkan. Hanya sekedar berpikiran "jadi pastur itu keren" pastilah tidak cukup untuk mendukung keinginan jadi pastur. Tapi pikiran itu adalah awal saya merasa terpanggil. Apakah panggilan itu benar atau salah saya tidak tahu. Apa kata dasar "panggilan"? Secara wajar kita akan menjawab "panggil". Itu adalah awal khotbah Fr. Yosef Rianghepat, SS.CC di misa tadi pagi. Fr. Yosef bercerita, bagi para pelajar seminari calon pastur di mana dulu dia menuntut ilmu kata dasar "panggilan" adalah "gila"! Yah, keinginan untuk menjadi pastur itu "gila" menurut dia. Sambil menunjuk Pst. Nugroho Krisusanto, SS.CC yang terduduk diam di kursinya dia bertanya, "Apa yang kurang dari beliau?". "Ganteng, cerdas pula, tapi dia memilih untuk menjadi pastur, apa dia tidak gila?". "Menjadi pastur berarti harus hidup miskin, tidak punya apa-apa, harus hidup taat, siap ditempatkan di manapun oleh kongregasi, dan harus selibat, tidak punya istri, itu sulit loh untuk dilakukan," lanjut Fr. Yosef. Saya mengakui jadi pastur itu memang tindakan gila, tapi tetap keren. Masuk pada minggu panggilan, saya selalu teringat cerita teman saya Pst. Freddy, OSC saat pentahbisannya di gereja Baros,Cimahi tahun 2009 lalu. Dia berkata, "Saya sudah, sekarang giliran kalian". Dia mengajak anak-anak muda yang waktu itu hadir pada pentahbisannya untuk mengikuti jejaknya sebagai pastur. "Ladang banyak tetapi pekerja sedikit," lanjutnya, mengingatkan pada sebuah kutipan Alkitab agar para pemuda tertarik jadi pastur. Keinginan yang tidak mungkin lagi saya wujudkan saat ini. Cita-cita masa kecil yang harus saya lupakan, tapi saya selamanya akan selalu beranggapan bahwa "jadi pastur itu keren"!

Jumat, 30 Desember 2011

In the Middle of Nowhere

Middle of nowhere klo dibahasa Indonesiakan mungkin artinya di tengah2 antah berantah. Bukan negri di cerita dongeng ya, tapi memang suatu tempat yang sama sekali ga familiar. Kenapa gw tertarik nulis beginian? Karna gw 'ciong' ama jenis2 tempat seperti ini. Dalam sebulan 2x gw sial tiap kali menyambangi tempat2 ga lazim.

Kejadian 1
17 Desember 2011

Main-main ke ibukota, sehari sebelum nikahan sang mantan kahim Auzan dan istrinya Anita. Siang-siang menghabiskan waktu di Senayan City, makan dan nonton MI4. Malemnya sehabis nonton rencana kembali ke kosan Chinmi sebelum lanjut cari makan malam. Memang malang ga bisa ditolak, ada kawinan di tengah2 jalan + dangdutan, jalan menuju kosan Chinmi pun dialihkan. Chinmi yang masih baru di daerah itu tersesat ga tau jalan dan gw yang ngikutin dia terbawa dalam kesialan itu. Sampai di tengah2 kuburan berjalan buntu mobil Avanza yang gw bawa mogok! Setelah mati tidak bisa dihidupkan lagi, distarter berkali2 mobil tetap ngadat. Satu2nya solusi menunggu mesin mobil dingin untuk bisa dihidupkan kembali. Mau tak mau nunggu di tengah2 kuburan. Untungnya kuburan ini ga sepi dan cukup terang, jadi ga bikin takut. Kesialan lain, tanah di sekitar kuburan ini basah, menyelimuti ban mobil dengan tanah semua. Lebih lagi, sepatu dan sendal yang kami pakai pun tertutup tanah semua. Mobil jadi kotor, alas kaki ga bisa dipakai. Setelah mobil bisa hidup kembali, kami melanjutkan perjalanan ke kos Chinmi. Sesampainya di sana sudah pukul 23.30, restoran mana yang masih buka jam segitu? Yah, cuma restoran fast food alias junk food. Kami pesan KFC. Sebelum itu, kami semua sibuk mencuci alas kaki yang penuh tanah. BUUAARRGGGHHH. Karena KFC terdekat sudah tutup, entah deh tu sistem delivery memesan dari KFC cabang mana. Makanan baru datang jam 1 pagi dan saat itulah kami baru makan. Gila sialnya! Jakarta dan tengah2 kuburan emang daerah ga lazim buat gw, kesialan pertama in the middle of nowhere.

Kejadian 2
30 Desember 2011

Diawali dengan nonton StandUp Nite BDG 4, sebuah acara yang menampilkan comic2 stand comedy Indonesia di Saung Angklung Udjo. Nah, baru pertama kali ke tempat ini, sama sekali ga familiar dengan daerahnya. Walaupun masih di Bandung, tapi daerah ini bukan tempat main gw. Buta daerah, untung ada iPad menyelamatkan, walau tersesat dikit tapi akhirnya bisa sampai tempat tujuan dengan selamat. Pulangnya harus nganterin seorang temen ke rumahnya, berhubung itu udah jam 12 malam. Ini kali kedua gw harus nganter dia ke rumahnya, tapi waktu pertama kali ke sana gw ga begitu hapal jalan. Diarahin deh melalui jalan petak yang diapit sawah di kanan-kirinya. "Daerah apa ini?" pikir gw. Jam 12 malem, jalanan udh sepi, tiba2 di depan muncul mobil. Ni jalan cuma cukup buat 1 mobil aja utk lewat. Merasa sulit, gw pun mundur, ngalah. Gw pikir dengan mundur lurus aja cukup, ga liat spion kiri, tiba2 mobil amblas ke pinggir sawah. BANGKAI! Dua-tiga kali dicoba ngegas maju mobil stuck. "Waduh, gimana ini," batin gw, udh jam 12 malem dan ga mungkin minta tolong org. Akhirnya penumpang gw suruh turun dan gw coba lagi untuk majuin mobil, untungnya berhasil. FIUHHH... Dalam waktu 2 minggu dapet 2 kesialan in the middle of nowhere.

Rabu, 28 Desember 2011

Resolusi

Tahun 2011 sebentar lagi lewat digantikan yahun 2012. Nah, tiap akhir tahun pasti kata ini booming banget. RESOLUSI. Apa sih itu, kenapa orang-orang selalu berminat melakukan hal ini, apa pentingnya?? Bingung.

Resolusi, mungkin asalnya dari kata solusi yang dibubuhi awalan re-, tapi setelah ditelaah lagi di bahasa Indonesia tidak ada awalan re-. Solusi sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti penyelesaian, pemecahan (masalah, dsb), jalan keluar. Tapi di kamus bahasa Indonesia ada juga kata resolusi yang berarti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Dari arti 2 kata di atas, saya masih tetap bingung tentang pengertian resolusi tahun baru itu apa. Apakah kita menuntut terjadinya suatu hal untuk terjadi pada tahun yang akan datang? Jika kita menuntut, siapa yang kita tuntut? Tuhan, diri kita sendiri, atau orang lain? Apa konsekuensi yang diperoleh jika tuntutan tidak dipenuhi? Resolusi sendiri berarti pernyataan tertulis. Di mana kita menuliskan resolusi tahun baru itu? Hati, secarik kertas? Benar-benar tidak bisa dipahami.

Saya mencoba kembali ke perkiraan awal saya mengenai kata resolusi, yakni kata solusi yang diberi awalan re-. Awalan re- dalam bahasa inggris sering diartikan dengan 'kembali'. Contohnya repeating berarti pengulangan kembali. Jika pengertian ini diterapkan pada kata resolusi, maka menjadi pemecahan masalah kembali. Resolusi tahun baru menjadi memiliki makna menyelesaikan masalah yang tertunda pada tahun sebelumnya. Target-target yang belum bisa dicapai pada tahun sebelumnya coba diraih pada tahun yang baru. Hal ini jadi cukup masuk akal mengenai makna resolusi tahun baru.

Saya sendiri tidak pernah membuat resolusi tahun baru. Tidak pernah menetapkan target-target tertentu untuk diraih pada tahun yang akan datang. Hidup sudah ada yang mengatur, biarkan saja mengalir dan berjalan apa adanya. Harapan tentu ada, akan seperti apa tahun yang baru ini akan berjalan bagi saya, tapi tidak membuat saya harus menetapkan target-target khusus yang perlu dicapai. Bagi teman-teman yang memiliki resolusi tahun baru, semoga semuanya bisa tercapai di tahun yang akan datang ini.

HAPPY NEW YEAR!

Rabu, 21 Desember 2011

Selamat Hari Ibu

Iwan Fals - Ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu...

--------------------------------------------------------------------------------
Ibu, mama, mami, bunda, umi, inang, apapun sebutannya tetap menjadi orang penting dalam hidup kita. Hari ibu diperingati setiap anak setiap tanggal 22 Desember. Walau tanpa ayah, sang anak tidak mungkin hadir ke dunia, tapi tetap saja ibu menjadi sosok penting untuk setiap anak. Surga ada di telapak kaki ibu, bukan ayah. Tanpa kita sadari, ibu mungkin lebih mengenal diri kita dibanding diri kita sendiri. Ibu sebagai orang tua tunggal sering bisa berperan ganda juga sebagai ayah bagi sang anak. Tapi hanya sedikit ayah yang mampu berperan seperti ibu. Ibu di manapun berada akan selalu ingat anaknya, mendoakan dia, sebbesar apapun dosa dan kenakalan anaknya ibu tidak menyimpan dendam dan selalu mau memaafkan anaknya. Ibu membimbing, menuntun anak-anaknya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Itu yang membuat sosok ibu menjadi spesial.

23 tahun lebih hidup bersama mama. Banyak dosa dan kesalahan sudah saya lakukan. Berkali-kali membuat mama menangis, stress, cemas dengan setiap hal-hal buruk yang saya lakukan. 23 tahun ini tidak pernah sedikitpun saya jalani dengan kekurangan kasih sayang seorang ibu. Mungkin tindakan saya banyak menyakiti hatinya, tapi ketahuilah dalam hati saya yang paling dalam saya menyayanginya, mencintainya sepenuh hati. Karena tak ada sosok sepertinya di dunia ini. Mama akan selalu spesial untukku.

I LOVE YOU, MOM!

Selamat Hari Ibu
--------------------------------------------------------------------------------
Kata yang paling indah dibibir umat manusia adalah kata "Ibu", dan panggilan paling indah adalah "Ibuku". Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. - Kahlil Gibran

Jumat, 09 Desember 2011

Menikmati Kebosanan

Saya sering merasa bosan, padahal rutinitas saya sehari-hari tidak melulu sama. Kata orang, itu karena saya Gemini. Zodiak Gemini memang ditulis memiliki sifat mudah bosan dan selalu menginginkan hal-hal baru datang dalam hidupnya. Antara percaya dan tidak, tapi memang pada dasarnya saya mudah bosan. Beberapa hari yang lalu saya temukan artikel ini di akun Setitik Embun Inspirasi di jejaring sosial Facebook, judulnya terasa pas, maka saya sadur saja ke blog ini.

MENIKMATI KEBOSANAN

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.
Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua : “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu : “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka
kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu : “Contohnya?”

Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

sumber: unknown

Rabu, 30 November 2011

Stand Up Comedy Indonesia

Udh lama bgt ingin nulis tentang ini, skrg baru kesampaian....

Stand Up Comedy Indonesiaaa.... Let's Make Laugh!
Kata-kata itu sekarang terdengar tiap hari Sabtu malam di Kompas TV. Yah, memang ada reality show ajang cari bakat seorang Stand Up Comedian alias comic di stasiun tv tersebut. Acara yang dibawakan Raditya Dika dan Panji Pragiwaksono dan dijurikan oleh Butet Kertaradjasa, Astrid Tiar, dan Indro Warkop itu menyeleksi 13 orang comic dan mencari yang terbaik. Dari acara ini saya mengenal apa itu stand up comedy, suatu gaya berkomedi yang baru di Indonesia, booming, dan hangat di mana-mana.

Setelah melihat tayangan di Kompas TV, beberapa hari kemudian saya mendapati adanya orang ber-stand up comedy di sebuah acara talkshow di Metro TV. Besokny ada sebuah acara bertajuk Stand Up Comedy di stasiun tv yang sama berdurasi 30 menit, menampilkna 3 orang comic yang siap mengocok perut Anda. Saya pikir, "Wah, koq sekarang di mana-mana ada stand up comedy, topik baru yang hangat nih"

Tapi rasanya belum banyak orang di Indonesia yang kenal dengan stand up comedy. Banyak orang yang masih bertanya-tanya apa sih itu stand up comedy, apa menariknya?
Stand up comedy sendiri sudah terkenal di Amerika dan Eropa. Di mana seorang comic berdiri sendirian dan mengungkapkan lelucon dan humor-humor cerdas bebasis story telling yang kemudian diakhiri dengan sebuah punch line yang keluar dan sangat berbelok dari apa yang disampaikan saat dia ber-story telling. Stand up comedy adalah komedi berbasis cerita yang mengangkat tema-tema umum yang dihumorkan berdasarkan cara pandang seseorang. Saat seorang geli, risih, aneh dengan suatu hal tertentu dia mengangkat tema tersebut menjadi sebuah komedi cerdas.

Berbeda dengan jenis-jenis lelucon dan humor yang sudah umum di Indonesia, stand up comedy adalah suatu hal yang baru dan ingin berkembang. Di mana komedi Indonesia saat ini lebih mengedepankan komedi fisik dan slap stick, banyolan2 pelesetan, dan humor-humor pantun; stand up comedy memberikan sesuatu yang baru dan lebih cerdas. Seorang comic dituntut memiliki kepekaan sosial, daya obeservasi dan kecerdasan yang mampu dia tuangkan menjadi suatu bahan renungan lewat komedi. Seorang comic dalam menyusun bahan lawakannya sering dituntut untuk menulis terlebih dahulu, spontanitas hanya menjadi hal pendukung dalam jenis komedi ini. Keterampilan teatrikal juga mendukung suksesnya jenis komedi ini. Berbeda dengan komedi berkelompok, sendirian di atas panggung juga menjadi beban tersendiri bagi seorang comic. Saat bahan candaannya tidak lucu, garing, dan tidak mampu membuat penonton tertawa, hal itu harus ditanggung sendirian. Dengan stand up comedy sesuatu yang aneh dan kontroversial, suatu kritik sosial dan hal-hal tabu dapat disampaikan melalui cara yang berbeda dan dapat membuat orang tertawa. Menjadikan stand up comedy suatu hiburan yang layak disimak. Bukannya menampilkan hal-hal klise yang memperbodoh, tayangan stand up comedy menghibur sekaligus juga mencerdaskan bangsa.

Raditya Dika, Panji Pragiwaksono, Soleh Solihun, Iwel, Mongol, dan Ramon Papana sekarang banyak tampil di stasiun-stasiun tv membawakan stand up comedy sekaligus memperkenalkannya pada khalayak Indonesia. Video youtube juga menjadi media yang dipakai untuk memperkenalkan jenis komedi ini. Lihat video youtube dari Raditya Dika berikut ini

http://www.youtube.com/watch?v=VugK05JE7EA

Di sini dia mengolok-olok Sm*sh, iklan keramas, dan sinetron Indonesia di sebuah stasiun tv di mana jaman sekarang koq masih ada sinetron yang naik-naik elang. Olok-olokan ini disajikan segar, menggelitik, cerdas, dan MENGHIBUR. Dengan mendengar stand up comedy bahkan olok-olokan sarkastis seperti itu tidak lagi terdengar menyebalkan, yang ada malah tertawaan. Bahkan sekarang "elang" jadi suatu bahan candaan umum di akun jejaring sosial milik raditya Dika. Mungkin beberapa orang stand up comedy hanya menjelekkan sesuatu, tapi coba tontonlah Akbar, salah seorang peserta ajang cari bakat Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV. Dia mampu mengangkat topik-topik umum dan mencari anekdot-anekdot unik dari topik-topik tersebut, bukan mengejek, tetapi dia membuat para penonton merenung mengenai kebenaran anekdot-anekdot itu melalui penyampaian yang jenaka.

Hargai stand up comedy, coba pahami kedalamannya, maka Anda akan merasa terhibur dengan jenis komedi ini. Menjadi stand up comedian itu tidak mudah, tapi saya yakin sekarang menjadi salah satu lahan pekerjaan di bidang entertainment yang paling diminati.

Maju terus Stand up Comedy Indonesia.
Stand Up Comedy Indonesiaaa... Let's Make Laugh!
Sekian

Rabu, 19 Oktober 2011

Diary of Village Boy - End

Jujur, ingetan gw tentang liburan ini udh menyusut, dan keinginan gw utk ngelanjutin blog ini udh tipis bgt. Tp, berhubung gw lg super bosen jd mau ga mau gw lanjutin cerita ini...

Hari ke-4
Berawal dr Banyuwangi, pagi bangun, mandi, beres2, sarapan, siap2 nyebrang ke Bali. Hari ini, entah kesambet apa, gw dsuruh nyupir. Status gw naik jd sopir Avanza hr ini, hahaha... Jd dr hotel gw bawa mobil kotor ini menuju Bali (sbenerny menuju pelabuhan, dr pelabuhan kapal feri yg bw kita semua ke Bali).



Nyampe Bali, gw tetep jd sopir Avanza dr Gilimanuk ampe Denpasar. Di Denpasar makan babi guling kita ama tmen2 yg udh duluan ada dsana.



Abis makan, pergi ke pasar beli oleh2 baju. Sopir Avanza balik ke asalnya. Mobil yg satu lg ke bandara, jemput tmen2 yg nyusul pk pesawat. Balik dr bandara kejebak macet mampus, hahaha... Rencana ke gereja batal. Malemnya kita ke Subak, restoran seafood paling enak yg pernah gw makan, bahkan lbh enak dr jimbaran. dan yg bikin tambah enak --> DTRAKTIR CHINMI, hohoho... Pulang dr Subak, bbrp org termasuk gw ke bar, minum2. Gw minum 4 gelas, ngahuleung alis ampir mabok, ampe salah ngitung duit.

Hari ke-5
Hari kedua di Bali, dan hari Senen. Kita olahraga air di Nusa 2. Kita diving, bukan pura2 jatuh ya, tp menyelam. Karna udh bosen dgn water sport yg ada di Bali, nyelam jd pilihan utama. Menyelam itu menyenangkan, melelahkan, dan nagih, bikin pengen lagi. Bbrp org msh ngelakuin water sport yg lain abs nyelam, gw sih males. Pulang dr Nusa 2 makan di warung made, masakan rumahan, rasa kampungan, harga perhotelan. Malemnya jalan2 di sekitar Kuta, makan es krim enak di Flap Jack, rasa es krimnya mantap jaya.

Hari ke-6
Hari ketiga di Bali, dan hari terkahir Rita si calon istri sopir Avanza bersama rombongan di sini. Jadi pagi2 kita ke pasar Sukowati, beli oleh2 baju murah. Dari pasar Sukowati, kita makan Bebek Bengil, bebek goreng garing enak khas Bali, tp harganya sih selangit. Beres makan lanjut ke Joger. Rita pisah beres makan di Bebek Bengil, cowony nganter dia ke bandara. abs dr joger pd bingung mw ngapain, yg lain balik ke hotel, gw diculik ama si sopir Avanza, kita jalan2 ke Blue Point. Galau dia dtinggal pacar, gw diembad, wkwkwk... Pulang dr Blue Point anak2 yg lain ternyata makan di Bubba Gump dan B'Couple resto, gw ama si sopir Avanza cuma dpt remah2nya doank.

Hari ke-7
Hari keempat di Bali, dan hari terakhir kita di pulau dewata. Pagi2 kita semua ke Blue Point (lagi). Blue Point tuh pantai karang bagus, byk dpakai utk surving. Pas kita ksana pagi itu lg pasang, untuk nyampe ke pantai yg okenya hrs masuk "gua" penuh air, berbasah2 ria, tp menyenangkan.



Selesai dari blue point, kita balik ke hotel beres2, lau check out. Sambil nunggu waktu pesawat dono bakal lepas landas, kita balik ke Subak makan siang, kali ini bayar masing2. Nganter dono ke bandara, lalu cabut menuju feri di Gilimanuk. Gw jd sopir lg. Dpt sebutan sopir udik gara2 grasak-grusuk mw nyusul bis gila. Sampai di Gilimanuk, nyebrang balik ke tanah Jawa, nginep lg di Banyuwangi tp di hotel yg lain, dan untungnya ada tv, jd bs ntn Piala Dunia, waktu itu semifinal Jerman vs Spanyol. Jagoan gw si Jeman kalah 0-1.

Hari ke-8
Bangun pagi, lanjut jalan to next destination : Madiun. Sopir Avanza balik ke tugas dan tanggung jawabnya. Gw duduk di belakang. Kejadian unik hari ini adalah saat nyari makan siang (gw lupa di kota apa), keliling2 nyari KFC, dan ga ktemu, ada juga King Fried Chicken. Penduduk tu kota terlihat udik dan ga tau KFC tu apa, kasian bgt. Ternyata pemerataan hidup di Indonesia ini msh jauh dr ideal. Ujung2nya makan siang di restoran soto yang rasanya pas2an, tp gapapa lah darpada ga makan. Malam nyampe Madiun, check in hotel lalu makan di tempat yg kita idam2kan dari siang : KFC!
Balik ke hotel, dpt info hrs ngirim file ke bdg tentang urusan masa depan (baca : fast track), jd muter2 cari warnet. Pulang dari warnet si sopir Avanza ngidam nasi pecel madiun, muter2 deh nyari nasi pecel yg ternyata udh pada tutup smua, udh jm 11 malem gt loh...

Hari ke-9
Bangun, yg lain makan di resto hotel gw dculik si sopir Avanza yg masih ngidam nasi pecel. Jadi kita makan nasi pecel deh, ternyata enak, haha... Balik ke hotel beres2, check out, trus cari oleh2 khas Madiun : brem, dll. Lanjut jalan ke Malang menuju rumah sodaranya bos Chinmi. Siang kita mampir dulu di Solo, ke rumah sodaranya Ferdie yg ada di sana. Lupa menginfokan, dalam perjalanan pulang ke Bandung kehilangan cewenya si sopir Avanza digantikan 2 personel lain, yakni Ferdie dan Leo. Ferdie masuk Avanza, Leo naik Kijang. Di solo kita makan soto gading yang rasanya aduhai, minum es di Nini Thowong, lalu jajan kue lekker Notosuman. Dalam perjalanan menuju Malang, kita mampir makan Iga Bakar Jogja. Enak, berlemak. Sampai di Malang tidur, terlalu lelah...

Hari ke-10
Wow, hari terakhir. Final destination : Bandung. Dari Malang mampir dulu di Jogja beli Bakpia, lalu lanjut menuju Bandung. Makan siang di sate Pak Tambur, yg waktu keberangkatan batal diicip gara2 masih tutup. Skrg kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tu sate mantap jaya, dmakan pake kuah kari bukan bumbu kacang spt sate kebanyakan. Rasanya ajaib, enak banget! Beres makan siang, lanjut ke Bandung non-stop. Macet di nagrek dihajar, perut lapar. Kijang yang ketinggalan jauh di belakang gara2 nyasar malah sempet makan dulu di sekitar nagrek. Rombongan Avanza diajak makan di Jatinangor, hasil rekomendasi si sopir, yang restorannya punya rasa ga karuan. Lagi2 cingcai daripada ga makan. Akhir cerita gw dianter ampe rumah dengan selamat beberapa jam sebelum perebutan tempat ke-3 Piala Dunia.

Diary of Village Boy : Complete (huft!)

Senin, 02 Agustus 2010

Diary of Village Boy : Hari 3

Kebodohan berlanjut...

Gila ya, staun lebih gw ninggalin blog ini, demi mendokumentasikan perjalanan berkesan brg tmen2 utk ngerayain kelulusan sarjana, gw coba nginget2 lg apa aja yg terjadi selama 8 hari stelah entri gw sblumnya... (yap, yg gw tulis sblum ini adalah diary hari kedua spanjang perjalanan liburan kami)

Melanjutkan kisah hari kmaren...

Jm 12 lewat-lewat...
Ngantuk, lelah, baca Alcemhist ga membantu utk buat gw terjaga, nyalain MP3 sapa tau bs nolong. Ternyata ga bs, skitar 12.20 gw tertidur d sofa kamar hotel, tp sblonny udh nyalain alarm HP biar bs bgn pas prempat final WC yg gw pikir ga seru itu mulai.

Jm 1.20
Knapa skrg gw bs tau waktu dgn pasti? Ya karna alarm HP gw bunyi jam segitu, gw bangun, msh ngantuk. Lagu kbangasaan udh mulai dinyanyiin, ah bntr lg mulai. Satu2nya cewe d kamar itu akhirnya tertidur jg, pdhl waktu gw tidur dia msh sibuk kerja, klo cowonya sih udh ngorok dr kapan tau. Sambil ngantuk2 gw buka kaleng bir yg td gw beli di Indomaret, rencananya sih biar ga ngantuk. Akhirnya tu prtandingan mulai jg, bir gw minum tp tetep aja ngantuk, ga ada efeknya. Jdny gw ntn prtandingan itu sambil terkantuk2, kadang2 tertidur. Ga tahan ntn d sofa, gw pindah k ranjang, duduk d sbelah cowo ngorok. Tetep aja gw terkantuk2 dan kadang tertidur. Babak pertama ga krasa udah slesai, Ghana menang smentara. Gw pikir gila jg ni tim Afrika, masa dia yg lolos k semifinal. Sambil nunggu istirahat, gw ktiduran lg, babak kedua mulai gw msh dlm keadaan tertidur, pas kebangun udh sama kedudukan, bagus lah gw pikir. Lanjutin ntn, keadaan msh sama, msh ngantuk, kadang2 ktiduran. Perpanjangan waktu, wow! Akhirnya gw sadar spenuhnya, ngantuknya ilang ntah knp. Adu penalti! Itu keinginan gw, kejadian menarik di akhir babak kedua perpanjangan waktu. Tendangan bebas buat Ghana, kemelut d dpn gawang, jir ampir masuk, tiba2 ada tangan dewa nyelametin tu gawang Uruguay tp bukan kiper, bah penalti buat Ghana! Sial, batal adu penalti pikir gw, eh si Gyan dodol nendang ke awan, gw jingkrak2 kaya org dongo, hahaha.... Adu penalti deh. Uruguay menang, ga penting sih, yg penting adu penalti, seru. Beres jg tu prtandingan, gw tidur.

Jm 8an kali, lost in time again...
Bangun, tmen2 skamar gw br balik abs brenang d kolam hotel. Mereka mandi gw tdr lg, trus mereka prgi, si cewe butuh warnet, yg cowo ma Deni cari air minum buat bekal prjalanan. Gw jalan2 k kamar sbelah, ngobrol2, trus mandi. Udh rapi smua, kita mw cari makan pagi.

Mengorek2 ingatan staun yg lalu itu sulit, jd gw ga tau gw mw nyeritain kejadian jam brp skrg....
LAPAARRR, klo rasa itu gw inget, krn seinget gw makan pagi di Batu ini identik dengan makan siang *LEBAY*. Yah, muter2 di seputaran kota yang ga gw kenal (+ ingatan yang memburuk), ujung2nya kita nyampe di sebuah restoran dengan nama yg unik "LEZAT NIKMAT SEDAP" -Resep kuno tanpa Vetsin-.



Gw bingung, mana yg nama restoran, mana yg motto restoran. Ga peduli! Yg penting makan... Lupa menu apa yg gw pesen, perasaan sih tongseng. Berhubung perut lapar, apapun itu yg gw inget rasanya enak. Masakan rumahan tanpa vetsin, inget masakan mama....
Abis makan kenyang, balik ke hotel buat beres2, siap2 utk lanjutin perjalanan ke kota berikutnya...

Jangan tanya gw ini kejadian jam berapa...
Beres2 barang2 di hotel abis makan. Ga lama koq beres2nya, karna sebelom pergi cari makan, emang barang2 udh dberesin dulu sebagian. Hanya yg abis berenang kolor2nya masih djemurin d balkon kamar. Semua barang udh siap di mobil, bendahara perjalanan, yg ga lain dan ga bukan adalah cewenya sopir mobil yg gw tumpangin bayar sekalin check out dr hotel. Mulai cabut, next destination: MALANG. Sebelum ke sana, ada 1 keperluan mendesak, air minum! Yah perjalanan Deni ama si sopir td pagi tdk membuahkan hasil apa2, jd di tengah2 perjalanan (blon nyampe tengah sih, msh di Batu jg) kita nyari2 indomaret ato apapun yg jual air minum. Dapet, dan ga jauh dr situ ada yg jual es durian, kabita smua... Beli deh. Perjalanan menuju Malang dilanjutkan...

Siang lah, mungkin jm 1an ato stg 2
Masuk kota Malang. Deket, ga jauh2 amat dr Batu. Laper, itu pasti. Calon istrinya si sopir Avanza kynya punya tmen asli Malang, nelpon2 dia nanya kuliner apa yg enak di kota itu. Pilihan jatoh sama sbuah makanan yg namanya ky nama ibukota propinsi, kupang (propinsi mana, tebak sndiri y..., bukan brarti gw ga tau loh). Maka, berkeliling lah kita di kota menyedihkan ini (namanya Malang, menyedihkan...), nanya sana, nanya sini akhirnya ktemu lah warung yg jual kupang. Ternyata kupang itu sjenis ikan kecil, tp bukan teri, dmasak dengan kuah yg anyir dmakan bersama sate kerang. Sopir mobil sbelah sih suka, da tukang makan, tp rekan bengong gw di Avanza kaga suka dia. Gw sendiri sbnernya ga gt suka2 amat ama si kupang, tp sate kerangnya sih enak. Abis makan kupang, karna ada bbrp org yg ga suka, jd masih laper. Dpt info ada lagi makanan enak, namanya baso bakar. Jd keliling lg kita nyari baso bakar. Si baso bakar itu enak bgt, agak pedes, tp yummy. Klo ke Malang lg, gw mw makan itu lg.
Beres makan baso bakar, kita mampir di toko oleh2, beli oleh2 khas Malang, skaligus cemilan di jalan.

Sore, mungkin jam 4
Lanjut jalan dari Malang menuju Banyuwangi, kota terakhir di Jawa sebelum nyebrang ke Bali. Sopir Avanza sih kuat, ga usah dganti dia, jd ya gw tdr aja di belakang. Pas udh gelap gw bangun lg, ngobrol2 selama sisa perjalanan menuju Banyuwangi, di jalan ga ada yg menarik.

Malam, gelap, jam stg 9 lah (mungkin)
Nyampe Banyuwangi. Nug udh pesen hotel, dadakan sih. Ampir jm 9 malem blon makan, jd pesen makan di restoran hotel. Lama datengnya, perut kruyukan. Hotel pas2an. Tv ada sih, tp ga bs nyiarin siaran lokal, ga bs ntn Piala Dunia. Pdhl pas itu ada Argentina vs Jerman. Ada tv cina, nyiarin stgh2, banyakan nyanyi2 cang cing cong ga jelas. Males ntnin tv cina gw jalan2 kluar. Ntn ama satpam hotel sbelah (satpam hotel gw ga ada tvnya, kasian bgt), gambar burem tp ga pduli, yg penting ntn. Selesai pertandingan, pulang ke kamar hotel, mandi, lalu tidur, brg lg ama pak sopir Avanza.

Senin, 12 Juli 2010

Diary of Village Boy : Continued



Part II
Melanjutkan kbodohan yg gw tulis kmaren.....

Kira2 stg 7 : Bangun!
Hari baru dimulai, we had a city to catch, Batu in East Java, +/- 1 jam sbelum Malang dari arah barat. Gw skamar ma Adit & Deni di villa chinmi, dan tebak! Adit pasti bangun trakhir, so gw bangun abs deni. Bangun tidur kuterus mandi (dinyanyiin...). Kamar mandinya skelas hotel, mantap cink! Abs mandi, ada sbungkus nasi gudeg nunggu d meja makan. Sbenernya 1 bungkus gudeg utk brdua, tp entah knapa ni 1 bungkus jd buat gw sndiri. Brhubung perut gw bukan kotak pnitipan brg, 1 bungkus nasi gudeg pun ga bs gw habiskan, sisa dh & gw ga tau sapa yg ngabisin, karna abs makan gw lgsg packing, masukin sgala harta benda balik lg k Avanza. Beres packing, gw masuk lg k dalem rumah buat sweeping trakhir takut2 ada yg ktinggalan, bahaya kan klo kolor gw nyisa d dalem kamar mandi (silakan membayangkan sndiri akibat yg bs dtimbulkan...), pas gw kluar lg trnyata Avanza silverma tmenny si Krista ijo udh pindah k dpn rumah. Gw kaget, prasaan yg punya mobil msh brkeliaran d dlm rumah, koq mobilny bs pindah sndiri? Trnyata deni yg mindahin, WOW! Deni bisa nyetir, hahaha.... Stelah smua kluar dr rumah, kita foto2 dl d dpn villa chinmi, doa bareng, trus prjalanan pun dilanjutkan. Batu Paradise we're coming!

Jm 8 ampir stg 9....
D dlm Avanza yg kmbali dkendalikan oleh kusirnya sndiri, brg bawaannya ga brubah, komposisi tetap sama. Rencana awal, makan siang d solo, kt leo ayam ** enak + s*s*, entah dh. Gw sih gimana sopir yg bawa aja + yg pnting kenyang. Ga byk kjadian mnarik dsini, karna sperti biasa gw ktiduran sesaat stelah masuk mobil, stelah bangun dlanjutkan dgn prbincangan ala anak2 idiot, ga krasa waktu mnunjukkan pukul 11, dan papan2 nama d jalan mnunjukkan klo kita udh d solo. Pusing menentukan tempat makan, dan kliatannya mncari ayam ** itu susah kita brenti di sebuah rumah makan bernama "Adem Ayem"

Jm 11an klo ga salah inget.....
Adem Ayem, rumah makan isinya ayam, harusnya adem ayam kali ya, ntah deh, pokoknya 6 dr 7 psen menu yag berbau ayam, 1 org ngidam gudeg, lalu dtambah capcay goreng yg trnyata stelah dimakan enak bgt walau terlampau asin... Minuman! Rata2 trpesona dengan kelapa susu, gw sndiri psen alpukat susu (serba susu...., jgn mikir yg aneh2!), ternyata yg paling enak Bir coklatnya chinmi, hmmmm..... Beres makan lanjut jalan, membosankan sekali ya, klo ga makan, kencing, ya di mobil melanjutkan prjalanan, memang bgitulah inti dr crita ini, huh!

Dr solo kita udh ga brenti dmana2 lg, selain pom bensin. Isi ulang pulsa mobil + ngeluarin pulsa kantung kemih, prjalanan berlanjut menuju Batu....

Yg nyetir Avanza sperti biasa brmoto slowly but sure, pelan2 d belakang Krista ngebut, akhirnya ktinggalan jauh, misah.... Sampai di Kediri, skitar stg 3 mungkin, slama prjalanan waktu aga sulit diukur dan diingat, selain karan kondisinya yg super membosankan, istirahat berlebihan selama di mobil (baca : tidur) juga mengacaukan persepsi gw tentang waktu.... Lanjut, sampai di Kediri, prinsip malu bertanya sesat di jalan, banyak bertanya malu2in dterapkan di Avanza, berhubung yg punyanya ga punya malu. Gw jadi tumbal yg slalu turun utk nanya jalan, slain yg nyetir buka jendela gangguin pngguna jalan lainnya waktu lampu merah. Stelah berkali2 brtanya dan smpt dibingungkan oleh para sindikat pnipu Jawa Timur, dengan mengandalkan insting dapet jg jalan yg bner ke arah Batu, daaaannnnn Avanza ada di dpn Krista. Jalan terus berlanjut, matahari mulai terbenam (lalu terdengar suara burung hantu, mmmm, bukan lagu...), jalan mulai gelap dan berliku. Sempit! Jalannya kaya ular, gelap, ga jelas, kadang ramai kadang sepi. Supir Avanza menunjukkan kelasny sbg sopir jempolan. Menyalip dan menikung di jalanan sempit nan gelap dtemani obrolan2 sinting + lagu2 dr radio. Tiba2.... Deni berteriak "Awas Dit!" WOW ada bis yg moncongnya kliatannya suka ama deni ampir nyerempet si Avanza, dan lagi2 sang sopir menunjukkan kelasnya, membanting setir ke kiri dan semua selamat, Alleluya! Ga jauh dan ga lama stelah kejadian ampir naas itu, trlihat pradaban, KOTA! Blom Batu ternyata, prjalanan dlanjutkan, dan skitar stg 8 sampai juga di Batu Paradise.

Stg 8 kurang ato lewat, bingung....
Hotel Batu Paradise, hotel bintang 3 (mungkin), baru jadi, harganya masih murah utk hotel sbagus ini. Hari Jumat, ada Indonesian Idol + ada smifinal WC Belanda vs Brazil. Stelah cek in, smua sudah lapar --> Bethania. Kata tmennya cewenya sang sopir Avanza restoran itu enak, so ksanalah kita brangkat utk makan malam. Tempatnya remang-remang, tp gw suka makanannya, mayan enak. Abs makan gw sbenernya pngen balik k hotel buat ntn Belanda vs Brazil, tp yg lain pengen k taman lampion, HUH! Saat itu jam 8.15 gw pikir 45 menit buat lalalili d taman lampion cukup lah ya. Ternyata?! Sampai prtandingan abis pun gw ga sempet liat, sial! (sori klo gw curhat dsini, gw ga pngen ngancurin mood kalian slama dsana, jd gw nahan diri dan pura2 ikut senang)



Jm 8.30 (skitar itu lah)....
BNS - Batu Night Spectacular, ga sperti namanya, ga ada yg spctacular dsini, isinya mirip Indonesian Idol, yg katanya babak spektakuler tp smuanya biasa2 aja. Dufan mini, isinya buat anak2. Taman Lampion! Gw brharap byk dr tempat ini, sebanding dgn usaha gw mnahan diri ga nonton Belanda vs Brazil, tp? hah, ga ada isinya, cuma lampu, mungkin cocok buat org pacaran, buat gw sih ya soso lah. Bralih kluar, ada speda listrik d udara gt bs ngeliat Batu dr atas, ngantrinya kaya ngantri sembako, males. Trsu ada maenan yg dputer2 gt, std mirip d dufan hanya versi mininya, buat ngisi waktu gw + 4 org lainnya nyoba naek. Mayan bikin pusing. Trus ada rumah hantu yg ga ada hantunya, bikin ngantuk. Satu2ny hiburan yg bs bikin gw lepas dr pikiran skor Belanda vs Brazil cuma cici2 cantik yg berseliweran, sayang ga ada yg kenal ato cocok. Akhirnya smsan ama bokap jd pilihan utk update prtandingan. Jujur, saat itu gw kesel, hahaha.... Selesai berkeliling, pulang, gw brharap msh bs ntn. Tp, karna gw liat jam udh tdk lg terlalu memungkinkan, gw minta aja skalian mampir d Indomaret, gw pngen Bir ama kopi buat tmen ntn smifinal yg 1 lg. Di Indomaret dpt siaran walau cuma sbentar, ngeliat detik2 trakhir khancuran Brazil oleh jagoan gw, The Orange....



Jm 11
udh malem ya, lelah, nyampe hotel, hal pertama yg gw lakuin nyalain TV, prtandingan boleh ga ntn, gol harus liat! Jd gw mantengin TV smentara Rita mandi. Beres urusan, gw yg mandi, sdikit trpuaskan karna bs liat golnya. Beres mandi, sambil lanjut baca The Alchemist + ntn Indonesian Idol, gw nunggu smifinal 1 lg yg kurang rame Uruguay vs Ghana.... Hari berganti, kisahnya dlanjutkan di hari berikutnya aja ya.... Sabarlah menunggu

Minggu, 11 Juli 2010

Diary of Village Boy (Jawa-Bali 2010)


"Village" kata baru yg dipopulerkan org2 dungu yang menyusuri pulau Jawa hanya untuk bersenang2 di pulau dewata.....

Cerita ini dikisahkan dari sudut pandang orang pertama yakni sang penulis sndiri. Judulnya emang diary, tp lebih dikususkan pada jurnal (mengutip kata2 dr Diary of Wimpy Kid) cuma untuk mengingat kejadian2 yang terjadi selama 10 hari perjalanan org2 dungu fresh graduate teknik kimia ITB menuju Bali.


Part I

Start

30 Juni malam stg 11 lewat dikit....

Gw djemput adit dr rumah, berpamitan ama nyokap, say goodbye, masukin brg2 k mobil Avanza anyar warna silver duduk d sbelah sopir stg sinting bergerak menuju jalan Riau. Niat utamanya nganterin kasur buat cewenya sang sopir, tp dpt bonus org kencan. Gw kamcong d mobil, yah gpp lah, cuma 15 mnt doank. Abis itu jalan k Kopo tdr d rmh si sopir ampe jm stg 3 lewat dikit....

1 Juli stg 3 lewat dikit...

Alarm yg punya rumah bunyi + sms dr Deni ngebangunin gw, Nug, ma yg punya rumah. Bikin mie goreng buat "sarapan", yg punya rumah mandi, kita siap2, stg 4an brangkat pake Avanza silver jemput Deni.
Kali ini Avanza silver gw perawanin, abs jemput Deni gw geber ampe rest area d km 147 jalan tol arah Cileunyi buat nunggu rombongan Krista nyamperin....

Jm 5 kurang dikit....
Abs nunggu d rest area +/- 15 mnt, Krista ijo dtg dsopirin bung Muli, bw muatan Chinmi yg abs ultah, ama ceweny yg punya Avanza. Reshufle pnumpang, bagi harta, trus susun bagasi, doa bareng trus prjalan pun dmulai. Avanza silver balik k tangan pmiliknya, dtemenin cewenya d sbelah, gw ama Deni hura2 dtengah. Krista ijo diisi Muli, Nug, ma Chinmi. Masuk mobil ga lama jalan gw tdr...
Tiba2 gw kbangun, gw pikir si sopir ngantuk ato lg blajar slalom ternyata ngindarin ban yg entah gimana nongol dtengah2 jalan gelap. Ga lama gw udh tdr lg, emang enak dsetirin.

Ampir jm 6
rombongan brenti, ada bunyi2 aneh dr si Avanza, stelah dtelusuri ternyata tongkat pnahan kap mobil lepas, ga penting bgt. Prjalanan dlanjutkan dan gw tdr lg. Stelah aga siang, yahhh skitar jm 8 lah gw bangun, cari makanan, ngemil roti dan memulai prcakapan2 bodoh dgn para pnghuni mobil. Saat itu ampir nagrek, jalanan berkelok2 kaya ular (bukan ular naga panjangnya yah....). Cukup tdr gw mulai baca The Alchemistnya Michael Scott yg sngaja gw bawa dr bdg buat tman sperjalanan.

Lalala Lilili Lululu Lelele Lololo
Nyampe Gombong, ampir jm 11
Pengen makan sate Pak Tambur, stelah buang air d WC umum, pnjaga WC umumnya bilang Pak Tambur br buka jm 12, kputusan bulat bilang males nunggu 1 jam walau perut udh manggil buat diisi. Lanjut k Kebumen. Muter2 kaya obat nyamuk tiba2 nyampe d Wihara, bingung kan? trnyata ada tempat makan baso dkt tu Wihara, gw pikir mw ngapain d Wihara.... Makan siang d baso Edam klo ga salah inget, itu skitar jm 12an lah...

Jm 1 kurang dikit....
Abs makan baso, perut keisi stgh, mayan lah. Diskusi mw kmana. Destination : Jogja! Avanza masih dkendalikan ama yg punya. Krista tuker gendongan, Chinmi yg bawa. Masuk mobil, kmbali duduk d belakang, pegang The Alchemist mulai baca dan biarkan sopir membawamu k Jogja. Trnyata yg nyopirin Krista stgh setan! Nyalip2 kaya ksurupan. Yg d Avanza geleng2 kpala + ktantang tp dsuruh kalem ama brg2 bawaanny + emang kalah tenaga. D tngah jalan tiba2 destinasi brubah, masuk jalan2 kecil kaya jalan tikus ntah mw kmana. Yg gw tau mw cari t4 makan yg kata tmen Nug enak, ntah apa itu. Stelah nanya jalan + muter2 nyampe juga k sbuah rumah makan ala saung lesehan "Mang Engking"

Jm stg 4an....
"Mang Engking"
Karna perut br keisi stgh, makan sore d Mang Engking jd pilihan. Psen menu paket utk ber 6. Menu seafood, ikan, udang, karedok, ma kangkung. Udang goreng madu! Beuh, mantap... Abs makan cukup kenyang, perut keisi 3/4 lah, lanjut k Jogja. Yg punya Avanza cape ktnya, trpaksa gw turun tangan, ga bs santai2 lg dbelakang. Dr mang engking gw bw si Avanza ke Malioboro.

Jm 6 kurang dikit...
Perlimaan sbelum Jogja gw ktinggalan dr Krista yg dkemudikan Chinmi, abs lampu merah trnyata destinasi terpisah. Avanza menuju Malioboro mall, Krista ngambil psenan bakpia, janjian ktemu d Malioboro mall. Stelah nunggu beberapa saat d Malioboro mall, rombongan Krista dtg, diskusi lg mw ngapain. Rombongan Avanza mw nasgor babi, yg Krista mw jamuran. Pisah lg.... Rombongan Avanza trmasuk gw d dlmnya jalan dr Malioboro nyari nasgor babi. Makan nasgor babi spiring brdua ma Deni (mnyedihkan, hahaha.....) ngider2 d skitaran Malioboro, beli baju Jape Methe, lanjut jalan k Dagadu. Avanza kmbali k tangan yg punya, udh seger ktny.... Destination : Magelang!

Jm 9 kurang2 dikit....
dr Dagadu jalan k Magelang, mampir bentar d Auto 2000 d Jln Raya Magelang buat masang tongkat ajaibny si Avanza yg lepas, lalu lanjut k Magelang...

Jm 10an, Villa Chinmi....
Nyampe d sebuah rumah berpagar kayu besar, mantap! Semunya memutuskan prjalanan pulang HARUS nginep situ lg. Jd pas diskusi jalan pulang semua setuju jalur selatan. Diskusi dtemani daging iga bakar madu + sate jamur mantap! Ga krasa udh jm 11, smua udh cape, bsk msh hrs lanjut jalan k Batu, Jawa Timur. Hotel Batu Paradise udh nunggu, jd waktunya tdr.... Gw sperti biasa sblom tdr baca dongeng The Alchemist dl, total hari itu gw baca 10 bab.

Jm stg 12an, abs baca... : Tidur!
Hari 1 : Complete

Senin, 18 Mei 2009

TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Seorang lelaki mendatangi imam di pastoran. Dia ingin membuat lelucon, maka ia bertanya kepada pastor, “Bagaimana roti dan anggur bisa berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus?”
“Dirimu saja bisa mengubah makanan yang kamu telan menjadi daging dan darahmu, mengapa tidak mungkin Kristus melakukan hal yang sama?” pastor itu menjawab.
Orang tiu tidak menyerah. Ia bertanya lagi, “Tetapi, bagaimana Kristus dapat berada dalam hosti yang kecil?”
“Nyatanya, pemandangan yang amat luas di hadapanmu dapat masuk ke matamu yang kecil.”
Ia masih mendesak, “Bagaimana Kristus hadir dalam semua gereja pada waktu yang bersamaan?”
Pastor kemudian mengambil sebuah cermin. Ia menyuruhnya untuk becermin, lalu ia menjatuhkan cermin itu ke lantai. Pastor berkata kepadanya, “Hanya ada kamu dan kamu dapat menemukan wajahmu dalam kepingan-kepingan cermin ini pada waktu yang serentak sama.”