Rahajeng Nur Indah Oktoviani Pakpahan, nama yang panjang bukan? Dia biasa dipanggil Ajeng atau Via, dan beberapa orang memnaggilnya Bojenk. Aku sendiri lebih senang memanggilnya Ajeng atau Via, Via terdengar lebih enak sih, tapi karena awalnya selalu memanggil Ajeng, saat ini belum terbiasa memanggilnya dengan panggilan Via, bahkan terkadang lebih suka memanggilnya nona manis atau sayang, hehe... Dia pacarku.
Bagaimana kami bertemu? That's a tricky question. Ayah dan ibunya rekan kerja ayahku di (dulu) PPPGT, atau terkadang lebih dikenal dengan TTUC di Cimahi, mungkin sekarang pun sudah berubah namanya. Tapi jika ditanya apakah aku mengenalnya sejak kecil, aku tidak ingat, mungkin pernah dikenalkan tapi aku lupa. Yang pasti aku mulai "mengenalnya" saat SMP, karena kami 1 sekolah di SMP St. Aloysius, Bandung. Mengenal mungkin juga bukan jawaban yang tepat, aku hanya tahu mukanya dan namanya tanpa benar-benar berteman dengannya, dia pun demikian terhadapku. Di SMA kami masih 1 sekolah di SMA St. Aloysius, Bandung, selama SMP dan SMA kami tidak pernah sekelas sama sekali, jadi yah kami hanya saling tahu saja. Begitu pula saat beranjak ke masa perkuliahan, kami 1 kampus di ITB walau berbeda fakultas dan jurusan. Bila bertemu kami hanya saling menyapa tanpa bercakap-cakap lebih lanjut. Sejak aku mengenal rasa suka terhadap lawan jenis, dia tidak pernah masuk radarku sama sekali, aneh bukan?
Mulai entah dari kapan, aku terkadang suka membalas kicauannya di twitter atau post-postnya di facebook, tanpa maksud apapun. Out of nowhere aku meminta nomor teleponnya, orang yang bahkan hanya aku tahu namanya dan mukanya, selama SMP-SMA-kuliah ngobrol pun tak pernah, weird? yeah... Tanpa rencana apapun sebelumnya, dalam perjalanan menuju Bandung dari Jakarta di travel Cititrans, saat bengong tak tahu harus apa aku kontak dia pertama kali, saat itu Rabu 14 Januari 2015. Ngobrol untuk pertama kalinya, entah kenapa rasanya kami sudah berteman dari lama. Sejak saat itu aku beberapa kali mengontak dia, walau tanpa maksud apapun, hanya mengobrol saja, rasanya cocok. Aku pun mengajaknya ketemuan untuk pertama kali, saat itu aku dan dia sama-sama pulang ke Bandung. Aku yang akan tes TOEFL mengajaknya minum kopi di salah satu roastery di Ciumbuleuit setelah aku selesai tes, saat itu Sabtu, 7 Februari 2015. Tapi nona manis yang satu ini entah bagaimana pergi bersama 2 teman dekatnya untuk sarapan di alkateri lalu main ke rumah salah satu temannya itu di Sumber Sari, dan saat kutanyakan dia di mana, dia bilang "gw di Sumber Sari", yang jaraknya ke Ciumbuleuit sangat jauh. Bingung dengan hal itu, aku tetap pergi ke roastery tersebut lalu meminum 2 gelas kopi sambil menunggu kabar darinya. Akhirnya tempat pertemuan diubah ke roastery yang lain, Noah's Barn di jalan Garuda karena dia dan 2 temannya itu pergi ke sana, aku menyanggupi. Sesampainya di sana, dia berbaju putih duduk di barisan belakang kafe bersama 2 temannya itu dan aku hampir tidak mengenalinya. Aku rasa diapun demikian, apalagi saat itu aku berkumis dan berjanggut lebat, berambut panjang dengan bando, mengingatnya membuatku tertawa... Aku sama sekali tidak berdandan, merapihkan diri karena kupikir hanya ketemuan biasa dan ngobrol-ngobrol santai ala warung kopi. Itu saat pertama kalinya aku berbincang dengannya berdua, mengenalnya untuk pertama kali. If there's fall in love in first sight, I could't say that happens for that moment. Setelah itu aku mengantarnya pulang, saat itu hujan lebat, dan aku ke rumahnya untuk pertama kali.
Setelah saat itu, kami tetap hanya berbincang-bincang seadanya, terkadang berbagi cerita mengenai kegiatan masing-masing kami, apa yang kami lakukan, kerjaan masing-masing, belum intense. Tapi akupun penasaran, kenapa kami bisa begitu cocok padahal baru saja saling mengenal, aku coba lagi mengajaknya nonton di hari Valentine, bukan di sengaja, memang hanya karena hari tersebut jatuh di hari Sabtu seminggu setelah kami bertemu di Bandung. Dia menghadiri acara gerejanya dulu di pagi hari, lalu menghampiriku yang menunggu di Kuningan City untuk menonton di situ. Bajunya dress terusan warna kuning, rambutnya dikuncir kuda, belum ada tanda-tanda khusus dari hatiku saat itu. Mengobrol lebih banyak, aku lebih mengenalnya saat itu, merasa lebih cocok dan klop, tapi hati belum berkata "ini yang aku cari", masih mempertimbangkan. Sejak saat itu, kami lebih sering mengobrol lewat WA, terkadang saling bertukar email, tapi belum bertemu lagi hingga dia kembali pulang ke Bandung. Sabtu, 7 Maret 2015, aku datang ke rumahnya menjemputnya untuk nonton di Ciwalk sambil membawa papercraft Olaf titipannya. I didn't know what she thought that day, but in my heart I think I just fall for her. I decided to pursue her, to see what she feel about me. It's awkward how someone heart fell that fast for a woman that she just knew for 2 months, right? But it's happened, to me. Minggu, 22 Maret 2015, saat mengantarkannya hingga stasiun rawa buntu aku memberikannya sebuah pembatas buku yang menyatakan perasaanku padanya, walaupun kata-katan sebenarnya hanya aku ucapkan lewat WA, dia tahu aku suka dia.
Hari Kamis berikutnya, saat aku dalam perjalanan pulang ke Bandung, di travel entah bagaimana aku membuatnya BT, kesel, marah. Dan hari berikutnya, dia memberitahukan ada cowok lain yang suka dengan dia, walau dia memberitahu cowok tersebut bahwa dia tidak menyukainya, tetap saja saat itu membuatku jatuh, berbagai pikiran negatif datang membuat hidup tidak tenang. Hal itu menyadarkanku bahwa, ya aku sudah jatuh cinta padanya, rasa cemburu menyadarkan itu. Dan hal itu juga yang menyadarkanku bahwa dia juga care terhadapku, membuatku membulatkan tekadku untuk menanyakan padanya apakah dia mau jadi pacarku. Menyembuhkan hati, pikiran, dan membawa niat, Kamis 9 April yang lalu aku untuk pertama kalinya datang ke kosannya di BSD. Dengan gugup, tidak semua yang kurencanakan di kepala bisa terealisasi, aku tanyakan padanya "would you be my girlfriend". Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya saat itu, dia hanya menanyakan kapan aku mau dengar jawabannya. Aku bilang aku tak tahu, aku tidak mau memaksa dan menetapkan deadline, kapanpun dia punya keputusan aku siap. Sambil mengantarkanku ke angkot, sesaat sebelum aku naik ke angkot yang akan mengantarkanku ke stasiun rawa buntu, she said "the answer is yes". The happiest moment on my life like just happened.
Kami berdua orang yang punya kepribadian yang sangat bertolak belakang, dia ekstrovert, aku introvert, dia kolerik, aku plegmatis, dia perasa, aku selalu berpikir dengan otak, dan masih banyak lagi sifat kami berdua yang berbeda 1 dengan yang lain. Aku pun bingung bagaimana bisa dua orang yang sangat berbeda bisa cocok 1 sama lain. Tapi jika 2 orang yang memiliki kesamaan sifat akan terlihat seperti kedua tangan yang terlipat untuk berdoa, aku menganggap dua orang dengan sifat bertolak belakang saling melengkapi seperti kedua tangan yang terbuka ke arah berlawanan sehingga terlihat seperti kelopak bunga yang sedang mekar. Dan aku berharap kami berdua saling melengkapi seperti bunga mekar sehingga kami berdua berkembang penuh bersama. Mengapa baru sekarang? Aku tidak bisa menjawab hal itu, aku hanya percaya tidak ada yang namanya kebetulan, maybe it's part of God's plan. I just want to believe that God bless this broken road to led me to her, and I thanks Him for giving her for me. Sudah seminggu kami berpacaran, dan ini adalah kisah yang bisa kulukiskan tentang dia dari sudut pandangku. Dan, aku masih berharap masih banyak kisah yang boleh kami goreskan bersama, dan jika Tuhan mengijinkan hingga akhir hidupku aku boleh menuliskan kisah hidup bersamanya. Masih banyak rintangan menghadang di depan, tapi semoga kami bisa mengatasinya berdua.
Happy 1 week anniversary, Via! I love you!
Tempat berbagi ilmu, pengalaman, dan cerita, serta unek-unek, dan hobi.. Selamat Membaca, Merenung, Mengkomen, dll...
Kamis, 16 April 2015
Rabu, 04 Februari 2015
Iman dan Reward
" Alkisah ada seorang yang sangat kaya raya, istrinya meninggal saat melahirkan anak pertamanya. Kelahiran anaknya prematur menyebabkan anak tersebut cacat dan wajahnya tidak memiliki bentuk yang sempurna. Sang orang kaya sangat terpukul dengan kematian istrinya sehingga dia tidak menikah lagi. Dia sangat menyayangi anaknya walaupun anak tersebut cacat dan tidak sempurna. Seiring pertumbuhan si anak, sang orang kaya tidak mampu merawatnya sendirian sehingga dia mempekerjakan seorang perawat untuk membantunya merawat si anak. Perawat itu mengasuh si anak dengan penuh kasih sayang seperti anaknya sendiri. Karena tubuhnya yang tidak sempurna umur si anak tidaklah lama, dia pun meninggal akibat komplikasi beberapa penyakit. Sang orang kaya sangat terpukul dengan kematian anak semata wayangnya, ia pun jatuh sakit. Tak lama setelah kematian anaknya, ia meninggal. Karena tidak memiliki ahli waris, semua harta sang orang kaya untuk sementara diambil alih pemerintah kota, isi rumahnya dilelang. Guci mahal, lukisan artistik, perhiasan, dan benda-benda bagus lainnya dengan cepat terjual. Saat di akhir lelang, hanya 1 benda yang tersisa dan tidak menarik perhatian siapapun, yaitu foto si anak. Foto itu menunjukkan kecacatan dan ketidaksempuranaan si anak sehingga siapapun yang hadir di tempat lelang tidak ada yang tertarik membelinya. Akhirnya panitia lelang menurunkan harga foto tersebut menjadi $1 saja. Perawat yang dulu mengasuh si anak hadir disitu dan membeli foto tersebut dengan harga $1. Sesampainya di rumah, dia membersihkan foto tersebut dan menemukan di dalamnya sebuah surat. Surat tersebut menyatakan siapapun yang memegang surat tersebut berhak akan semua harta sang orang kaya."
Kasih, cinta, dan iman kita untuk Tuhan sama seperti perawat terhadap si anak. Terkadang Tuhan tidaklah sempurna di mata kita, dia sering membuat kecewa, terkadang kita mengeluh kenapa keinginan kita tidak terkabul, doa-doa kita tidak didengar, Tuhan tidaklah sempurna di mata kita. Sama seperti si anak yang cacat, tidak sedap dipandang. Tapi yang tidak sempurna itu murah, seperti harga foto si anak yang hanya $1, Tuhan bahkan gratis, kita bisa datang kepadaNya kapan saja kita mau, gratis! Tidak dipungut biaya! Kita bisa curhat, meminta, memohon kepadaNya kapan saja, anytime, and He always be there, just for you. Dan sama seperti perawat yang memperoleh harta berlimpah hanya karena kasih sayangnya terhadap si anak, kita pun demikian. Hanya dengan kasih, cinta, dan iman kita pada Tuhan Yesus, yang terkadang kita anggap tidak sempurna itu kita pun mendapat harta berlimpah: KESELAMATAN!
Selamat merenung...
Kasih, cinta, dan iman kita untuk Tuhan sama seperti perawat terhadap si anak. Terkadang Tuhan tidaklah sempurna di mata kita, dia sering membuat kecewa, terkadang kita mengeluh kenapa keinginan kita tidak terkabul, doa-doa kita tidak didengar, Tuhan tidaklah sempurna di mata kita. Sama seperti si anak yang cacat, tidak sedap dipandang. Tapi yang tidak sempurna itu murah, seperti harga foto si anak yang hanya $1, Tuhan bahkan gratis, kita bisa datang kepadaNya kapan saja kita mau, gratis! Tidak dipungut biaya! Kita bisa curhat, meminta, memohon kepadaNya kapan saja, anytime, and He always be there, just for you. Dan sama seperti perawat yang memperoleh harta berlimpah hanya karena kasih sayangnya terhadap si anak, kita pun demikian. Hanya dengan kasih, cinta, dan iman kita pada Tuhan Yesus, yang terkadang kita anggap tidak sempurna itu kita pun mendapat harta berlimpah: KESELAMATAN!
Selamat merenung...
Minggu, 10 Agustus 2014
Jabatan
Apa itu jabatan? Apa gunanya jabatan?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jabatan berarti pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Jabatan sendiri memiliki beberapa sub-bagian, antara lain fungsional dan struktural. Jabatan fungsional berarti jabatan yang ditinjau berdasarkan fungsi dari orang yang menjabat, tidak peduli terhadap posisi orang tersebut di suatu organisasi, contohnya seperti tenaga/tim ahli. Sedangkan jabatan struktural merupakan jabatan yang terdapat dalam struktur organisasi (komunitas) secara formal sehingga tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak pejabat bersangkutan sudah diatur.
Saya mau sedikit membahas tentang jabatan struktural. Seperti yang disebut di atas, penjabat suatu jabatan struktural tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya sudah diatur. Biasanya jabatan struktural berupa hierarki kepemimpinan di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Jabatan struktural yang lebih tinggi mengatasi orang-orang di bawahnya dengan jenis tanggung jawab dan tugas yang berbeda-beda, tergantung posisi orang tersebut dalam "pemerintahan". "Tugas" pejabat struktural identik dengan suatu "job description", dalam "job description" itu terpapar wewenang dari jabatan tersebut. Contohnya: seorang office boy memiliki tugas untuk membersihkan kantor saat pegawai kantor belum datang, melayani para pegawai kantor (membeli makan siang, membuatkan minuman, memfotokopi dokumen, dll), dalam hierarki kantor dia berada di jajaran paling bawah, dengan demikian office boy tidak memiliki wewenang (tidak berhak) untuk mengatur pegawai-pegawai kantor lainnya yang memiliki posisi/kedudukan struktural lebih tinggi darinya.
Bagaimana jika seorang pejabat struktural dilangkahi posisinya, tidak lagi dipercaya dalam tanggung jawabnya, dan seperti tidak dibutuhkan lagi dalam kepengurusan sebuah organisasi? Itu menandakan posisinya tidak lagi dibutuhkan, jabatan dalam fungsi sebuah organisasi tidak lagi diperlukan, dan dapat dianggap hilang. Tetapi, sesungguhnya tindakan demikian tidak etis dalam sebuah "pemerintahan" organisasi. Jika memang tidak diperlukan, mengapa sejak mulanya dibuat jabatan struktural tersebut? Jika akhirnya jabatannya dilangkahi, mengapa diperlukan adanya posisi/kedudukan itu? Hal demikian mencederai proses kepengurusan dan hierarki sebuah organisasi. Sebagai pejabat struktural yang dilangkahi posisi dan tanggung jawabnya, seseorang berhak untuk mengajukan keberatan, tetapi dalam posisi demikian apakah hak suaranya akan didengar oleh organisasi tersebut? Saya rasa tidak. Yang bisa dilakukan hanya mundur perlahan, menganggap bahwa posisinya dapat digantikan posisi orang lain dengan tanggung jawab yang sama sehingga keberlangsungan kerja organisasi dapat terus berjalan.
Ini yang terjadi dalam kepengurusan organisasi Dewan Pastoral Paroki (DPP) gereja saya. Saya salah seorang pejabat struktural sebagai Kepala Seksi (KaSie) Kepemudaan. Secara organisasi jabatan ini tumpang tindih dengan jabatan Ketua OMK, sehingga memang secara tanggung jawab dan "job description"nya susah dipisahkan tetapi KaSie Kepemudaan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Ketua OMK dalam hierarki DPP. Pastor Paroki sebagai yang teratas dalam hierarki ternyata mengabaikan kedudukan hierarki ini dan melibatkan orang luar yang bahkan tidak termasuk dalam jajaran kepengurusan DPP dalam menangani urusan dan tanggung jawab KaSie Kepemudaan dan Ketua OMK. Kesalahan seperti ini terjadi berulang-ulang sehingga saya akhirnya malas untuk mengajukan nota keberatan. Rasa marah sedikit tersirat, muncul pertanyaan "kenapa dulu saya yang dipilih mengisi jabatan ini jika akhirnya orang lain yang diandalkan?". Yang saya lakukan saat ini hanya mundur perlahan, menghilang, menganggap bahwa tanggung jawab yang saya emban sudah ada orang lain yang melaksanakan. Tidak diperlukan lagi memang terasa menyakitkan tetapi lumayan mengurangi beban tanggung jawab yang harus saya pegang, untuk urusan ini saya lega.
Edisi curhat...
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jabatan berarti pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Jabatan sendiri memiliki beberapa sub-bagian, antara lain fungsional dan struktural. Jabatan fungsional berarti jabatan yang ditinjau berdasarkan fungsi dari orang yang menjabat, tidak peduli terhadap posisi orang tersebut di suatu organisasi, contohnya seperti tenaga/tim ahli. Sedangkan jabatan struktural merupakan jabatan yang terdapat dalam struktur organisasi (komunitas) secara formal sehingga tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak pejabat bersangkutan sudah diatur.
Saya mau sedikit membahas tentang jabatan struktural. Seperti yang disebut di atas, penjabat suatu jabatan struktural tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya sudah diatur. Biasanya jabatan struktural berupa hierarki kepemimpinan di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Jabatan struktural yang lebih tinggi mengatasi orang-orang di bawahnya dengan jenis tanggung jawab dan tugas yang berbeda-beda, tergantung posisi orang tersebut dalam "pemerintahan". "Tugas" pejabat struktural identik dengan suatu "job description", dalam "job description" itu terpapar wewenang dari jabatan tersebut. Contohnya: seorang office boy memiliki tugas untuk membersihkan kantor saat pegawai kantor belum datang, melayani para pegawai kantor (membeli makan siang, membuatkan minuman, memfotokopi dokumen, dll), dalam hierarki kantor dia berada di jajaran paling bawah, dengan demikian office boy tidak memiliki wewenang (tidak berhak) untuk mengatur pegawai-pegawai kantor lainnya yang memiliki posisi/kedudukan struktural lebih tinggi darinya.
Bagaimana jika seorang pejabat struktural dilangkahi posisinya, tidak lagi dipercaya dalam tanggung jawabnya, dan seperti tidak dibutuhkan lagi dalam kepengurusan sebuah organisasi? Itu menandakan posisinya tidak lagi dibutuhkan, jabatan dalam fungsi sebuah organisasi tidak lagi diperlukan, dan dapat dianggap hilang. Tetapi, sesungguhnya tindakan demikian tidak etis dalam sebuah "pemerintahan" organisasi. Jika memang tidak diperlukan, mengapa sejak mulanya dibuat jabatan struktural tersebut? Jika akhirnya jabatannya dilangkahi, mengapa diperlukan adanya posisi/kedudukan itu? Hal demikian mencederai proses kepengurusan dan hierarki sebuah organisasi. Sebagai pejabat struktural yang dilangkahi posisi dan tanggung jawabnya, seseorang berhak untuk mengajukan keberatan, tetapi dalam posisi demikian apakah hak suaranya akan didengar oleh organisasi tersebut? Saya rasa tidak. Yang bisa dilakukan hanya mundur perlahan, menganggap bahwa posisinya dapat digantikan posisi orang lain dengan tanggung jawab yang sama sehingga keberlangsungan kerja organisasi dapat terus berjalan.
Ini yang terjadi dalam kepengurusan organisasi Dewan Pastoral Paroki (DPP) gereja saya. Saya salah seorang pejabat struktural sebagai Kepala Seksi (KaSie) Kepemudaan. Secara organisasi jabatan ini tumpang tindih dengan jabatan Ketua OMK, sehingga memang secara tanggung jawab dan "job description"nya susah dipisahkan tetapi KaSie Kepemudaan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Ketua OMK dalam hierarki DPP. Pastor Paroki sebagai yang teratas dalam hierarki ternyata mengabaikan kedudukan hierarki ini dan melibatkan orang luar yang bahkan tidak termasuk dalam jajaran kepengurusan DPP dalam menangani urusan dan tanggung jawab KaSie Kepemudaan dan Ketua OMK. Kesalahan seperti ini terjadi berulang-ulang sehingga saya akhirnya malas untuk mengajukan nota keberatan. Rasa marah sedikit tersirat, muncul pertanyaan "kenapa dulu saya yang dipilih mengisi jabatan ini jika akhirnya orang lain yang diandalkan?". Yang saya lakukan saat ini hanya mundur perlahan, menghilang, menganggap bahwa tanggung jawab yang saya emban sudah ada orang lain yang melaksanakan. Tidak diperlukan lagi memang terasa menyakitkan tetapi lumayan mengurangi beban tanggung jawab yang harus saya pegang, untuk urusan ini saya lega.
Edisi curhat...
Rabu, 25 Desember 2013
UNDERESTIMATE
Menurut kamus Inggris-Indonesia 'underestimate' berarti 'meremehkan'. Meremehkan berarti memandang rendah/kecil orang lain, menganggap oarng lain tidak mampu untuk melakukan suatu hal tertentu. Seringkah Anda mendengar kata-kata seperti ini "Ini siapa sih yang bikin? Oh, (si A/kelompok A/organisasi A), pantes jelek...."
Saya mau sedikit spesifik di sini, sebelumnya saya mohon maaf bagi pihak-pihak yang mungkin tersinggung dengan tulisan saya. Pilihan yang ada di dalam kurung pada penjelasan saya di paragraf pertama, cobalah Anda ganti dengan 'kaum muda'. Banyak orang tua yang saya anggap meremehkan kemampuan kaum muda. Sekali lagi saya mencoba spesifik, kaum muda dan orang tua yang saya ambil sebagai contoh di sini adalah kaum muda di gereja, terutama di gereja saya.
Dalam pikiran banyak orang tua di gereja saya, segala sesuatu yang dikerjakan oleh kaum muda pasti salah/buruk di hadapan mereka. Maaf sekali lagi saya ucapkan bila ada pihak-pihak yang tersinggung, karena saya membuat kasus ini menjadi umum bagi semua orang tua.
Saya ingin menekankan lewat tulisan ini, organisasi kaum muda di mana pun berada, di gereja (OMK), di lingkungan (mudika), di RT/RW (karang taruna), apapun namanya adalah suatu organisasi yang bertujuan bagi pengembangan diri anak-anak muda dan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak muda yang menjadi anggotanya. Jadi, jika kaum muda membuat suatu acara dukung mereka bukan hujat mereka. Tidak mungkin acara yang mereka susun akan berjalan seperti susunan acara dari event organizer (EO) terkemuka, mereka bukan profesional yang dibayar mahal untuk merencanakan suatu acara tertentu. Tujuan mereka hanya pelayanan, tolong sadari itu.
Bagi orang tua yang menghujat kerjaan mereka, tolong pikirkan lagi, mereka tentu tidak ingin para hadirin di acara mereka kecewa, tetapi mereka harus memuaskan ratusan orang tua, terbayangkah oleh kalian beban yang mereka tanggung? Pernahkah kalian berada di posisi mereka, apa yang kalian rasakan? Mereka berjalan sendirian tanpa bimbingan, mereka anak muda yang masih harus belajar, tapi kalian selalu menganggap rendah mereka. Jika ingin mereka lebih baik, jangan hujat mereka dengan kata-kata kalian yang menyakitkan, itu hanya menurunkan semangat mereka, BIMBING mereka ke arah yang lebih baik.
Pesan ini saya tujukan tidak hanya bagi orang tua di gereja saya, tapi juga bagi semua orang tua. Tugas kalian adalah membimbing yang muda, melakukan regenerasi, tolong pikirkan itu. Semua kaum muda adalah anak-anak kalian, bawa mereka ke jalan yang benar. Melepas kaum muda untuk melakukan segala sesuatu sendirian mungkin ada benarnya, sehingga mereka akhirnya terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, tapi jangan rendahkan hasil kerja keras mereka. Jika ada hasil yang kurang memuaskan, kritik mereka dengan kata-kata yang membangun, bukan dengan hujatan.
Semoga pesan ini berkenan bagi setiap orang tua yang membacanya.
Sedikit renungan dari acara natalan gereja
25 Desember 2013
Saya mau sedikit spesifik di sini, sebelumnya saya mohon maaf bagi pihak-pihak yang mungkin tersinggung dengan tulisan saya. Pilihan yang ada di dalam kurung pada penjelasan saya di paragraf pertama, cobalah Anda ganti dengan 'kaum muda'. Banyak orang tua yang saya anggap meremehkan kemampuan kaum muda. Sekali lagi saya mencoba spesifik, kaum muda dan orang tua yang saya ambil sebagai contoh di sini adalah kaum muda di gereja, terutama di gereja saya.
Dalam pikiran banyak orang tua di gereja saya, segala sesuatu yang dikerjakan oleh kaum muda pasti salah/buruk di hadapan mereka. Maaf sekali lagi saya ucapkan bila ada pihak-pihak yang tersinggung, karena saya membuat kasus ini menjadi umum bagi semua orang tua.
Saya ingin menekankan lewat tulisan ini, organisasi kaum muda di mana pun berada, di gereja (OMK), di lingkungan (mudika), di RT/RW (karang taruna), apapun namanya adalah suatu organisasi yang bertujuan bagi pengembangan diri anak-anak muda dan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak muda yang menjadi anggotanya. Jadi, jika kaum muda membuat suatu acara dukung mereka bukan hujat mereka. Tidak mungkin acara yang mereka susun akan berjalan seperti susunan acara dari event organizer (EO) terkemuka, mereka bukan profesional yang dibayar mahal untuk merencanakan suatu acara tertentu. Tujuan mereka hanya pelayanan, tolong sadari itu.
Bagi orang tua yang menghujat kerjaan mereka, tolong pikirkan lagi, mereka tentu tidak ingin para hadirin di acara mereka kecewa, tetapi mereka harus memuaskan ratusan orang tua, terbayangkah oleh kalian beban yang mereka tanggung? Pernahkah kalian berada di posisi mereka, apa yang kalian rasakan? Mereka berjalan sendirian tanpa bimbingan, mereka anak muda yang masih harus belajar, tapi kalian selalu menganggap rendah mereka. Jika ingin mereka lebih baik, jangan hujat mereka dengan kata-kata kalian yang menyakitkan, itu hanya menurunkan semangat mereka, BIMBING mereka ke arah yang lebih baik.
Pesan ini saya tujukan tidak hanya bagi orang tua di gereja saya, tapi juga bagi semua orang tua. Tugas kalian adalah membimbing yang muda, melakukan regenerasi, tolong pikirkan itu. Semua kaum muda adalah anak-anak kalian, bawa mereka ke jalan yang benar. Melepas kaum muda untuk melakukan segala sesuatu sendirian mungkin ada benarnya, sehingga mereka akhirnya terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, tapi jangan rendahkan hasil kerja keras mereka. Jika ada hasil yang kurang memuaskan, kritik mereka dengan kata-kata yang membangun, bukan dengan hujatan.
Semoga pesan ini berkenan bagi setiap orang tua yang membacanya.
Sedikit renungan dari acara natalan gereja
25 Desember 2013
Kamis, 01 Agustus 2013
Dia
Dia, secercah harapan
Dia, anak malaikat pembawa kebahagiaan
Dia, bidadari
Dia, kelegaan, seperti orang haus yang mendapatkan sumber air
Dia, sumber tawa
Dia, mimpi indah
Dia, senyum ceria
Dia, dunia
Dia, surga
Dia, cinta
Dia, keajaiban
Dia, ANUGRAH
Dia itu kamu
Dia, anak malaikat pembawa kebahagiaan
Dia, bidadari
Dia, kelegaan, seperti orang haus yang mendapatkan sumber air
Dia, sumber tawa
Dia, mimpi indah
Dia, senyum ceria
Dia, dunia
Dia, surga
Dia, cinta
Dia, keajaiban
Dia, ANUGRAH
Dia itu kamu
Selasa, 08 Januari 2013
Hari Menulis Sedunia
8 Januari, entah dari mana asal muasal sejarahnya hari ini jatuh sebagai Hari Menulis Sedunia, untuk berpartisipasi maka sebenernya gw pengen nulis sesuatu, tp sayangnya gw ga punya ide...
Nah IDE, mungkin daripada susah-susah, gw nulis tentang IDE aja deh...
IDE
Dalam kamus besar bahasa Indonesia ide berarti rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita. Dan ide itu MAHAL. Kenapa bisa mahal? Mahal di sini bukan berarti sulit dibeli secara materi, tapi ide yang bagus itu sulit dicari dan apabila sudah didapatkan itu sangat berharga. Walau lebih sulit lagi merealisasikan ide yg bagus itu ya.
Jaman kreatif seperti sekarang, ide bisa jadi komoditi yang sangat berharga dan mahal. Ga perlu susah-susah cari contoh, nah gw mau nulis blog yang berisi dan berbobot aja ga punya ide, dan kalaupun ide itu bisa gw dapetin, belum tentu realisasi penulisan blog gw bisa sebagus blognya Raditya Dika.
Nah, tahap pertama dari suatu karya seni yang indah dan bagus pasti dari ide yang cemerlang, yang sekali lagi gw tekankan SULIT DIPEROLEH. Karya seni di sini bukan hanya terpaku pada seni2 kontemporer dan biasa seperti musik, lagu, lukisan, atau bentuk-bentuk seni rupa lainnya. Fotografi, video, bahkan menulis juga membutuhkan keahlian seni dari orang-orang yang membuatnya. Dan yang namanya seni pasti memakai rasa untuk menentukan bagus atau tidaknya sebuah karya seni. Maka tidak jarang ada orang yang menilai suatu karangan bagus, tapi ada juga orang yang tidak suka dengan tulisan tersebut.
Tapi untuk membuat suatu karya seni yang bisa diapresiasi orang banyak, mampu menarik minat banyak orang untuk menikmatinya tetap diperlukan sebuah ide awal yang brilian. Bagaimana seorang George Lucas awalnya menciptakan rangkaian kisah Star Wars yang terkenal jika tidak datang dari sebuah ide tentang film science fiction yang bisa membuat tercengang banyak orang di masa itu.
Gw sendiri merasakan bahwa memperoleh ide brilian yang bukan main-main itu sulit diperoleh. Ide untuk menulis, memfoto, mengedit sebuah foto menjadi sebuah karya yang dipuji orang itu sulit. Seorang teman lulusan DKV bercerita ke gw, saat dia KP (kerja praktek) di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang berbasis di Jakarta, bahwa orang-orang di situ sangat sibuk mendiskusikan tentang ide. Ide untuk membuat suatu acara yang 'wah', ide untuk membuat iklan baik di media cetak, siaran, dan bahkan media sosial yang 'wah', siang dan malam dihabiskan untuk rapat hanya untuk mencari IDE.
Jaman sekarang, ide yang bagus bisa dijual dengan harga tinggi, terutama di industri-industri yang mengutamakan ide dan kemampuan merealisasikan ide tersebut ke bentuk nyata yang sesuai dengan keinginan sang pembuat ide. Lihatlah Pasha 'UNGU' yang 1 buah lagu ciptaannya dihargai 50 juta rupiah. Para comic seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, yang ide-ide mereka untuk memunculkan joke-joke pada acara komedi tunggal menuai begitu banyak pemasukan.
Berbahagialah orang-orang yang diberikan bakat sebagai orang yang kreatif, yang bagi mereka menncari ide bagus hanya seperti membalikkan telapak tangan. Karena hidup dengan ide membawa begitu banyak kebaikan dalam hidup.
Buat saya yang bakat seninya sangat kurang, saya hanya ingin bisa menulis dengan baik dengan ide-ide yang bagus yang sulit saya dapatkan karena saya tidak kreatif. Tapi semoga dengan banyak berlatih, bakat yang sedikit itu bisa membantu saya mengembangkan kemampuan menjadi lebih baik. Karena menurut Thomas Alfa Edison, kerja keras 99% dibantu bakat 1% yang membuat Anda berhasil dalam hidup.
Teruslah menulis, mungkin itu pesan yang ingin disampaikan melalui Hari Menulis Sedunia ini. Setidaknya saya turut berpartisipasi sedikit.
Nah IDE, mungkin daripada susah-susah, gw nulis tentang IDE aja deh...
IDE
Dalam kamus besar bahasa Indonesia ide berarti rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita. Dan ide itu MAHAL. Kenapa bisa mahal? Mahal di sini bukan berarti sulit dibeli secara materi, tapi ide yang bagus itu sulit dicari dan apabila sudah didapatkan itu sangat berharga. Walau lebih sulit lagi merealisasikan ide yg bagus itu ya.
Jaman kreatif seperti sekarang, ide bisa jadi komoditi yang sangat berharga dan mahal. Ga perlu susah-susah cari contoh, nah gw mau nulis blog yang berisi dan berbobot aja ga punya ide, dan kalaupun ide itu bisa gw dapetin, belum tentu realisasi penulisan blog gw bisa sebagus blognya Raditya Dika.
Nah, tahap pertama dari suatu karya seni yang indah dan bagus pasti dari ide yang cemerlang, yang sekali lagi gw tekankan SULIT DIPEROLEH. Karya seni di sini bukan hanya terpaku pada seni2 kontemporer dan biasa seperti musik, lagu, lukisan, atau bentuk-bentuk seni rupa lainnya. Fotografi, video, bahkan menulis juga membutuhkan keahlian seni dari orang-orang yang membuatnya. Dan yang namanya seni pasti memakai rasa untuk menentukan bagus atau tidaknya sebuah karya seni. Maka tidak jarang ada orang yang menilai suatu karangan bagus, tapi ada juga orang yang tidak suka dengan tulisan tersebut.
Tapi untuk membuat suatu karya seni yang bisa diapresiasi orang banyak, mampu menarik minat banyak orang untuk menikmatinya tetap diperlukan sebuah ide awal yang brilian. Bagaimana seorang George Lucas awalnya menciptakan rangkaian kisah Star Wars yang terkenal jika tidak datang dari sebuah ide tentang film science fiction yang bisa membuat tercengang banyak orang di masa itu.
Gw sendiri merasakan bahwa memperoleh ide brilian yang bukan main-main itu sulit diperoleh. Ide untuk menulis, memfoto, mengedit sebuah foto menjadi sebuah karya yang dipuji orang itu sulit. Seorang teman lulusan DKV bercerita ke gw, saat dia KP (kerja praktek) di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang berbasis di Jakarta, bahwa orang-orang di situ sangat sibuk mendiskusikan tentang ide. Ide untuk membuat suatu acara yang 'wah', ide untuk membuat iklan baik di media cetak, siaran, dan bahkan media sosial yang 'wah', siang dan malam dihabiskan untuk rapat hanya untuk mencari IDE.
Jaman sekarang, ide yang bagus bisa dijual dengan harga tinggi, terutama di industri-industri yang mengutamakan ide dan kemampuan merealisasikan ide tersebut ke bentuk nyata yang sesuai dengan keinginan sang pembuat ide. Lihatlah Pasha 'UNGU' yang 1 buah lagu ciptaannya dihargai 50 juta rupiah. Para comic seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, yang ide-ide mereka untuk memunculkan joke-joke pada acara komedi tunggal menuai begitu banyak pemasukan.
Berbahagialah orang-orang yang diberikan bakat sebagai orang yang kreatif, yang bagi mereka menncari ide bagus hanya seperti membalikkan telapak tangan. Karena hidup dengan ide membawa begitu banyak kebaikan dalam hidup.
Buat saya yang bakat seninya sangat kurang, saya hanya ingin bisa menulis dengan baik dengan ide-ide yang bagus yang sulit saya dapatkan karena saya tidak kreatif. Tapi semoga dengan banyak berlatih, bakat yang sedikit itu bisa membantu saya mengembangkan kemampuan menjadi lebih baik. Karena menurut Thomas Alfa Edison, kerja keras 99% dibantu bakat 1% yang membuat Anda berhasil dalam hidup.
Teruslah menulis, mungkin itu pesan yang ingin disampaikan melalui Hari Menulis Sedunia ini. Setidaknya saya turut berpartisipasi sedikit.
Selasa, 01 Januari 2013
2012
Semenjak gw punya blog dari tahun 2008, gw selalu pengen nulis rekap tentang apa yg udh alamin selama 1 tahun pas malam pergantian tahun dr yg lama jd yg baru (contoh: 31 Des 2012), sekarang emang telat sih krn hr ini udh 1 Jan 2013, tapi ambil positifnya aja, ini blog bisa gw tulis.
2012, katanya sih tahun kiamat gara2 bangsa (jangan pake 't' di belakang) Maya cuma bikin kalender ampe 21 desember 2012, yg ternyata terbukti tidak benar. kita anggap saja bangsa Maya ini diisi oleh org2 malas yg tidak mau melanjutkan kerjanya membuat kalender. jadi, sekarang KIAMAT sungguh menjadi hak prerogatif sang khalik.
2012, 366 hari, banyak ya... lebih banyak 1 hari dibanding tahun2 pada umumnya berhubung dia tahun kabisat, karena ada banyak hari jd lumayan juga banyak pengalaman yg gw alami selama tahun ini, ada yang penting, ada yang ngga, dan yang mau gw rekap di sini yg penting2 aja lah ya, yg ngga penting sih gw jg udh lupa... jadi mari kita rekap kejadian2nya per bulan saja biar lbh mudah.
Januari
Bulan pertama di tahun 2012 dan di tahun2 lainnya. Kejadian penting di sini cuma gw bisa nonton Simple Plan konser di Jakarta. Demi ketidakinginan untuk menjilat ludah sendiri, gw HARUS nonton band ini konser jika dia tampil di Indonesia. Keinginan terkabul saat pengumuman itu datang di Agustus 2011, beli tiket secara online kemudian nonton konsernya pas Januari 2012. Band ini band favorit gw sejak 2002 pas mereka ngeluarin album pertama No Pads, No Helmets... Just Balls dan gw udh berjanji pd diri gw sendiri klo mereka dtg ke Indonesia, gw harus nonton. Sebelum 2012 mereka udh 2x dtg ke Jakarta dan gw belum dpt kesempatan nonton mereka konser, so saat itu tiba gw paksakan diri gw untuk nonton. Puas dgn penampilan live mereka, they're still the best for me.
Februari
Menjalani rutinitas menyelesaikan thesis s2 bersama dosen pembimbing gila di bulan ini kerjaan gw bolak balik melakukan uji sampel, rata2 bergaul dengan Pak Yopi dr Metalurgi buat uji sampel XRD dan mendiskusikan hasilnya. Jangan tanya soal tgl 14 di bulan ini coz still nothing special, hanya sebatang coklat yg diberikan terlamabat (tgl 15) dgn motif menagih utang akibat sang kecengan gw anter ke kota kecil di seputaran ibu kota utk menyelesaikan sedikit masalah pada kesiapan sebuah acara.
Maret
Mengejar matahari, mungkin judul yg cocok buat bulan ketiga ini. Cape dan ga bakalan dapet, itu intinya. Berusaha untuk lulus April maka gw ngebut sebisanya utk menyelesaikan urusan gw dengan sang dosen biadab hanya untuk mendapatkan bahwa usaha yg gw lakukan sia-sia. Di detik2 terakhir sebelum batas akhir seminar utk lulusan April dia bilang "Uji kamu ada yg kurang deh" dengan santainya. Ada yg minta digorok. ESMONI! terpaksa menunda kelulusan untuk yg kedua kalinya, mulai deh memikirkan bagaimana caranya gw bisa melakukan uji saat sampel yg diperlukan untuk uji tidak tersedia dan bahan untuk bikin sampel lagi udh semakin menipis, sangat tipis bahkan.
April
Harusnya sih, seyogyanya, sewajarnya, gw lulus bulan ini, tp karena dosen gila itu semua rencana tertunda. Ke serpong (pakai 'r' yah!) buat uji sampel, jauh2 utk melakukan hal yg sebenernya bisa dilakukan di itb, dengan biaya jauh lebih murah dan hasil yang jauh lebih bisa diharapkan. berdebat panjang lebar dgn sang dosen utk mempertahankan hasil uji yg sudah diperoleh dgn hasil kalah telak dan MAU TIDAK MAU harus melaksanakan keinginan sang dosen. Ada LRPTN.
Mei
Akhirnya segala urusan uji menguji sampel beres, disetujui untuk memantapkan laporan, sedikit berita baik. Dia belajar ujian akhir, mencoba membantu sebisanya. Sisanya nothing special.
Juni
Memberikan kado untuk ultah diri sendiri. Dinyatakan lulus setelah menjalani sidang thesis. rekap sedikit suasana sidang, rabu sore hari menunggu di lab sebelum pengadilan tiba, melihat ke luar jendela ada Altis D 80 JS di parkiran, "sedang apa bokap gw di kampus?". Si bokap hendak menonton sidang saya ternyata, kurang bikin tegang apa lg coba, berusaha cuek seperti biasa, toh saya memang org cuek. 'Dia' ga mau dtg krn ga dpt temen, jd cuma memberikan semangat via sms. Sidang berjalan setengah, tiba2 sahabat terbaik nongol dgn celana pendek dan sendal, ingin tertawa tp tidak pantas rasanya. Penguji 1 sangat baik, berhubung sering curhat soal masalah2 yg saya hadapi sepanjang mengerjakan thesis, pertanyaan2 yg diajukan cukup mudah dijawab, bahkan akhirnya mendapat saran yg cukup membangun. Penguji 2 orgnya detail, sedikit salah kena deh dicecar, tp yah ga buruk2 amat lah. Beres sidang menemani sang sahabat beli laptop baru lalu menghibur diri di tempat favorit, Starbucks Ciwalk. Ultah sih cuma dpt ucapan selamat saja biasa2 dr handai taulan, ga perlu diperbicangkan. Oh, dia ujian akhir, lulus.
Juli
Menerima kenyataan akibat kebodohan yg saya lakukan saya tidak bisa wisuda Juli. Cukup! Dia wisuda saat sodara sepupu menikah, berhubung tiap ada acara keluarga saya jd supir, so ga bs hadir di acara itu, sekuntum bunga pun tak sempat diberikan, hanya dibiarkan layu begitu saja di mobil yg terpanggang matahari.
Agustus
Bulan di mana saya banyak mengirimkan aplikasi2 untuk s3 di eropa. Sisanya, saya pun lupa apa yg terjadi di bulan ini. Jangan tanya lagi.
September
Bulan hibernasi karena hampir setiap org minta Wake me up when September ends. Begitu pula dgn saya, maklum mainstream. Mulai dpt kerjaan dr salah satu dosen muda di itb. Lembur pertama kalinya di kampus bahkan sejak masa2 kuliah dulu.
Oktober
WISUDA!! Itu aja sih yg penting. Yg lain ecek2. Wisuda yg sangat berbeda dr wisuda s1, kali ini sendirian ke sabuga tanpa didampingi orang tua. Wisudanya sendiri hari Jumat, beda ama wisuda s1 yg jatuh hari Sabtu. Menghadiri acara di prodi sendirian. Dan tumben gw dpt bunga dr 2 calon dosen yg msh berkeliaran di kampus. Ke jakarta, rapat di BP Migas. Eh kelewat, ada lg yg penting, SURABAYA!!! Bertiga dgn sobat karib melancong ke ibukota Jawa Timur ini mengunjungi kawan yg bekerja di sana. Mulai dr ngecengin anak2 Petra di Starbucks, naik gunung ampe sakit perut di Bromo, dan keliling2 di kota Malang. Ada yg mulai kerja jg di awal bulan ini.
November
Bulan hujan gara2 lagu November Rain. Bernostalgia dan reuni dgn sahabat2 jaman kuliah, nginep semalam di salah satu villa di Lembang. Masak shabu, main kartu, ketawa2, merencanakan masa depan, bergembira ria mengingat masa2 kuliah. FM 2013 mainan wajib tiap tahun release tp belum bisa menikmati karena bajakannya ga keluar.
Desember
The last but not the least. Bisa menikmati FM 2013, beli asli, terpaksa, tergoda. Tes TOEFL yg hasilnya amburadul. Dpt kerjaan proyek baru dan ilmu baru. Dan terakhir, natalan keluarga besar Situmorang Pande turunan Ompung Gintha di rumah berjalan mulus.
HABIS. 12 bulan udh gw rekap semua. Ada yg bahagia, ada yg bikin gondok, ada yg bikin galau. Tp smoga semuanya bs jd pengalaman berharga tak terlupakan dan jadi guru terbaik buat diri gw.
2012, katanya sih tahun kiamat gara2 bangsa (jangan pake 't' di belakang) Maya cuma bikin kalender ampe 21 desember 2012, yg ternyata terbukti tidak benar. kita anggap saja bangsa Maya ini diisi oleh org2 malas yg tidak mau melanjutkan kerjanya membuat kalender. jadi, sekarang KIAMAT sungguh menjadi hak prerogatif sang khalik.
2012, 366 hari, banyak ya... lebih banyak 1 hari dibanding tahun2 pada umumnya berhubung dia tahun kabisat, karena ada banyak hari jd lumayan juga banyak pengalaman yg gw alami selama tahun ini, ada yang penting, ada yang ngga, dan yang mau gw rekap di sini yg penting2 aja lah ya, yg ngga penting sih gw jg udh lupa... jadi mari kita rekap kejadian2nya per bulan saja biar lbh mudah.
Januari
Bulan pertama di tahun 2012 dan di tahun2 lainnya. Kejadian penting di sini cuma gw bisa nonton Simple Plan konser di Jakarta. Demi ketidakinginan untuk menjilat ludah sendiri, gw HARUS nonton band ini konser jika dia tampil di Indonesia. Keinginan terkabul saat pengumuman itu datang di Agustus 2011, beli tiket secara online kemudian nonton konsernya pas Januari 2012. Band ini band favorit gw sejak 2002 pas mereka ngeluarin album pertama No Pads, No Helmets... Just Balls dan gw udh berjanji pd diri gw sendiri klo mereka dtg ke Indonesia, gw harus nonton. Sebelum 2012 mereka udh 2x dtg ke Jakarta dan gw belum dpt kesempatan nonton mereka konser, so saat itu tiba gw paksakan diri gw untuk nonton. Puas dgn penampilan live mereka, they're still the best for me.
Februari
Menjalani rutinitas menyelesaikan thesis s2 bersama dosen pembimbing gila di bulan ini kerjaan gw bolak balik melakukan uji sampel, rata2 bergaul dengan Pak Yopi dr Metalurgi buat uji sampel XRD dan mendiskusikan hasilnya. Jangan tanya soal tgl 14 di bulan ini coz still nothing special, hanya sebatang coklat yg diberikan terlamabat (tgl 15) dgn motif menagih utang akibat sang kecengan gw anter ke kota kecil di seputaran ibu kota utk menyelesaikan sedikit masalah pada kesiapan sebuah acara.
Maret
Mengejar matahari, mungkin judul yg cocok buat bulan ketiga ini. Cape dan ga bakalan dapet, itu intinya. Berusaha untuk lulus April maka gw ngebut sebisanya utk menyelesaikan urusan gw dengan sang dosen biadab hanya untuk mendapatkan bahwa usaha yg gw lakukan sia-sia. Di detik2 terakhir sebelum batas akhir seminar utk lulusan April dia bilang "Uji kamu ada yg kurang deh" dengan santainya. Ada yg minta digorok. ESMONI! terpaksa menunda kelulusan untuk yg kedua kalinya, mulai deh memikirkan bagaimana caranya gw bisa melakukan uji saat sampel yg diperlukan untuk uji tidak tersedia dan bahan untuk bikin sampel lagi udh semakin menipis, sangat tipis bahkan.
April
Harusnya sih, seyogyanya, sewajarnya, gw lulus bulan ini, tp karena dosen gila itu semua rencana tertunda. Ke serpong (pakai 'r' yah!) buat uji sampel, jauh2 utk melakukan hal yg sebenernya bisa dilakukan di itb, dengan biaya jauh lebih murah dan hasil yang jauh lebih bisa diharapkan. berdebat panjang lebar dgn sang dosen utk mempertahankan hasil uji yg sudah diperoleh dgn hasil kalah telak dan MAU TIDAK MAU harus melaksanakan keinginan sang dosen. Ada LRPTN.
Mei
Akhirnya segala urusan uji menguji sampel beres, disetujui untuk memantapkan laporan, sedikit berita baik. Dia belajar ujian akhir, mencoba membantu sebisanya. Sisanya nothing special.
Juni
Memberikan kado untuk ultah diri sendiri. Dinyatakan lulus setelah menjalani sidang thesis. rekap sedikit suasana sidang, rabu sore hari menunggu di lab sebelum pengadilan tiba, melihat ke luar jendela ada Altis D 80 JS di parkiran, "sedang apa bokap gw di kampus?". Si bokap hendak menonton sidang saya ternyata, kurang bikin tegang apa lg coba, berusaha cuek seperti biasa, toh saya memang org cuek. 'Dia' ga mau dtg krn ga dpt temen, jd cuma memberikan semangat via sms. Sidang berjalan setengah, tiba2 sahabat terbaik nongol dgn celana pendek dan sendal, ingin tertawa tp tidak pantas rasanya. Penguji 1 sangat baik, berhubung sering curhat soal masalah2 yg saya hadapi sepanjang mengerjakan thesis, pertanyaan2 yg diajukan cukup mudah dijawab, bahkan akhirnya mendapat saran yg cukup membangun. Penguji 2 orgnya detail, sedikit salah kena deh dicecar, tp yah ga buruk2 amat lah. Beres sidang menemani sang sahabat beli laptop baru lalu menghibur diri di tempat favorit, Starbucks Ciwalk. Ultah sih cuma dpt ucapan selamat saja biasa2 dr handai taulan, ga perlu diperbicangkan. Oh, dia ujian akhir, lulus.
Juli
Menerima kenyataan akibat kebodohan yg saya lakukan saya tidak bisa wisuda Juli. Cukup! Dia wisuda saat sodara sepupu menikah, berhubung tiap ada acara keluarga saya jd supir, so ga bs hadir di acara itu, sekuntum bunga pun tak sempat diberikan, hanya dibiarkan layu begitu saja di mobil yg terpanggang matahari.
Agustus
Bulan di mana saya banyak mengirimkan aplikasi2 untuk s3 di eropa. Sisanya, saya pun lupa apa yg terjadi di bulan ini. Jangan tanya lagi.
September
Bulan hibernasi karena hampir setiap org minta Wake me up when September ends. Begitu pula dgn saya, maklum mainstream. Mulai dpt kerjaan dr salah satu dosen muda di itb. Lembur pertama kalinya di kampus bahkan sejak masa2 kuliah dulu.
Oktober
WISUDA!! Itu aja sih yg penting. Yg lain ecek2. Wisuda yg sangat berbeda dr wisuda s1, kali ini sendirian ke sabuga tanpa didampingi orang tua. Wisudanya sendiri hari Jumat, beda ama wisuda s1 yg jatuh hari Sabtu. Menghadiri acara di prodi sendirian. Dan tumben gw dpt bunga dr 2 calon dosen yg msh berkeliaran di kampus. Ke jakarta, rapat di BP Migas. Eh kelewat, ada lg yg penting, SURABAYA!!! Bertiga dgn sobat karib melancong ke ibukota Jawa Timur ini mengunjungi kawan yg bekerja di sana. Mulai dr ngecengin anak2 Petra di Starbucks, naik gunung ampe sakit perut di Bromo, dan keliling2 di kota Malang. Ada yg mulai kerja jg di awal bulan ini.
November
Bulan hujan gara2 lagu November Rain. Bernostalgia dan reuni dgn sahabat2 jaman kuliah, nginep semalam di salah satu villa di Lembang. Masak shabu, main kartu, ketawa2, merencanakan masa depan, bergembira ria mengingat masa2 kuliah. FM 2013 mainan wajib tiap tahun release tp belum bisa menikmati karena bajakannya ga keluar.
Desember
The last but not the least. Bisa menikmati FM 2013, beli asli, terpaksa, tergoda. Tes TOEFL yg hasilnya amburadul. Dpt kerjaan proyek baru dan ilmu baru. Dan terakhir, natalan keluarga besar Situmorang Pande turunan Ompung Gintha di rumah berjalan mulus.
HABIS. 12 bulan udh gw rekap semua. Ada yg bahagia, ada yg bikin gondok, ada yg bikin galau. Tp smoga semuanya bs jd pengalaman berharga tak terlupakan dan jadi guru terbaik buat diri gw.
Langganan:
Postingan (Atom)