Menurut kamus Inggris-Indonesia 'underestimate' berarti 'meremehkan'. Meremehkan berarti memandang rendah/kecil orang lain, menganggap oarng lain tidak mampu untuk melakukan suatu hal tertentu. Seringkah Anda mendengar kata-kata seperti ini "Ini siapa sih yang bikin? Oh, (si A/kelompok A/organisasi A), pantes jelek...."
Saya mau sedikit spesifik di sini, sebelumnya saya mohon maaf bagi pihak-pihak yang mungkin tersinggung dengan tulisan saya. Pilihan yang ada di dalam kurung pada penjelasan saya di paragraf pertama, cobalah Anda ganti dengan 'kaum muda'. Banyak orang tua yang saya anggap meremehkan kemampuan kaum muda. Sekali lagi saya mencoba spesifik, kaum muda dan orang tua yang saya ambil sebagai contoh di sini adalah kaum muda di gereja, terutama di gereja saya.
Dalam pikiran banyak orang tua di gereja saya, segala sesuatu yang dikerjakan oleh kaum muda pasti salah/buruk di hadapan mereka. Maaf sekali lagi saya ucapkan bila ada pihak-pihak yang tersinggung, karena saya membuat kasus ini menjadi umum bagi semua orang tua.
Saya ingin menekankan lewat tulisan ini, organisasi kaum muda di mana pun berada, di gereja (OMK), di lingkungan (mudika), di RT/RW (karang taruna), apapun namanya adalah suatu organisasi yang bertujuan bagi pengembangan diri anak-anak muda dan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak muda yang menjadi anggotanya. Jadi, jika kaum muda membuat suatu acara dukung mereka bukan hujat mereka. Tidak mungkin acara yang mereka susun akan berjalan seperti susunan acara dari event organizer (EO) terkemuka, mereka bukan profesional yang dibayar mahal untuk merencanakan suatu acara tertentu. Tujuan mereka hanya pelayanan, tolong sadari itu.
Bagi orang tua yang menghujat kerjaan mereka, tolong pikirkan lagi, mereka tentu tidak ingin para hadirin di acara mereka kecewa, tetapi mereka harus memuaskan ratusan orang tua, terbayangkah oleh kalian beban yang mereka tanggung? Pernahkah kalian berada di posisi mereka, apa yang kalian rasakan? Mereka berjalan sendirian tanpa bimbingan, mereka anak muda yang masih harus belajar, tapi kalian selalu menganggap rendah mereka. Jika ingin mereka lebih baik, jangan hujat mereka dengan kata-kata kalian yang menyakitkan, itu hanya menurunkan semangat mereka, BIMBING mereka ke arah yang lebih baik.
Pesan ini saya tujukan tidak hanya bagi orang tua di gereja saya, tapi juga bagi semua orang tua. Tugas kalian adalah membimbing yang muda, melakukan regenerasi, tolong pikirkan itu. Semua kaum muda adalah anak-anak kalian, bawa mereka ke jalan yang benar. Melepas kaum muda untuk melakukan segala sesuatu sendirian mungkin ada benarnya, sehingga mereka akhirnya terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, tapi jangan rendahkan hasil kerja keras mereka. Jika ada hasil yang kurang memuaskan, kritik mereka dengan kata-kata yang membangun, bukan dengan hujatan.
Semoga pesan ini berkenan bagi setiap orang tua yang membacanya.
Sedikit renungan dari acara natalan gereja
25 Desember 2013
Tempat berbagi ilmu, pengalaman, dan cerita, serta unek-unek, dan hobi.. Selamat Membaca, Merenung, Mengkomen, dll...
Rabu, 25 Desember 2013
Kamis, 01 Agustus 2013
Dia
Dia, secercah harapan
Dia, anak malaikat pembawa kebahagiaan
Dia, bidadari
Dia, kelegaan, seperti orang haus yang mendapatkan sumber air
Dia, sumber tawa
Dia, mimpi indah
Dia, senyum ceria
Dia, dunia
Dia, surga
Dia, cinta
Dia, keajaiban
Dia, ANUGRAH
Dia itu kamu
Dia, anak malaikat pembawa kebahagiaan
Dia, bidadari
Dia, kelegaan, seperti orang haus yang mendapatkan sumber air
Dia, sumber tawa
Dia, mimpi indah
Dia, senyum ceria
Dia, dunia
Dia, surga
Dia, cinta
Dia, keajaiban
Dia, ANUGRAH
Dia itu kamu
Selasa, 08 Januari 2013
Hari Menulis Sedunia
8 Januari, entah dari mana asal muasal sejarahnya hari ini jatuh sebagai Hari Menulis Sedunia, untuk berpartisipasi maka sebenernya gw pengen nulis sesuatu, tp sayangnya gw ga punya ide...
Nah IDE, mungkin daripada susah-susah, gw nulis tentang IDE aja deh...
IDE
Dalam kamus besar bahasa Indonesia ide berarti rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita. Dan ide itu MAHAL. Kenapa bisa mahal? Mahal di sini bukan berarti sulit dibeli secara materi, tapi ide yang bagus itu sulit dicari dan apabila sudah didapatkan itu sangat berharga. Walau lebih sulit lagi merealisasikan ide yg bagus itu ya.
Jaman kreatif seperti sekarang, ide bisa jadi komoditi yang sangat berharga dan mahal. Ga perlu susah-susah cari contoh, nah gw mau nulis blog yang berisi dan berbobot aja ga punya ide, dan kalaupun ide itu bisa gw dapetin, belum tentu realisasi penulisan blog gw bisa sebagus blognya Raditya Dika.
Nah, tahap pertama dari suatu karya seni yang indah dan bagus pasti dari ide yang cemerlang, yang sekali lagi gw tekankan SULIT DIPEROLEH. Karya seni di sini bukan hanya terpaku pada seni2 kontemporer dan biasa seperti musik, lagu, lukisan, atau bentuk-bentuk seni rupa lainnya. Fotografi, video, bahkan menulis juga membutuhkan keahlian seni dari orang-orang yang membuatnya. Dan yang namanya seni pasti memakai rasa untuk menentukan bagus atau tidaknya sebuah karya seni. Maka tidak jarang ada orang yang menilai suatu karangan bagus, tapi ada juga orang yang tidak suka dengan tulisan tersebut.
Tapi untuk membuat suatu karya seni yang bisa diapresiasi orang banyak, mampu menarik minat banyak orang untuk menikmatinya tetap diperlukan sebuah ide awal yang brilian. Bagaimana seorang George Lucas awalnya menciptakan rangkaian kisah Star Wars yang terkenal jika tidak datang dari sebuah ide tentang film science fiction yang bisa membuat tercengang banyak orang di masa itu.
Gw sendiri merasakan bahwa memperoleh ide brilian yang bukan main-main itu sulit diperoleh. Ide untuk menulis, memfoto, mengedit sebuah foto menjadi sebuah karya yang dipuji orang itu sulit. Seorang teman lulusan DKV bercerita ke gw, saat dia KP (kerja praktek) di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang berbasis di Jakarta, bahwa orang-orang di situ sangat sibuk mendiskusikan tentang ide. Ide untuk membuat suatu acara yang 'wah', ide untuk membuat iklan baik di media cetak, siaran, dan bahkan media sosial yang 'wah', siang dan malam dihabiskan untuk rapat hanya untuk mencari IDE.
Jaman sekarang, ide yang bagus bisa dijual dengan harga tinggi, terutama di industri-industri yang mengutamakan ide dan kemampuan merealisasikan ide tersebut ke bentuk nyata yang sesuai dengan keinginan sang pembuat ide. Lihatlah Pasha 'UNGU' yang 1 buah lagu ciptaannya dihargai 50 juta rupiah. Para comic seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, yang ide-ide mereka untuk memunculkan joke-joke pada acara komedi tunggal menuai begitu banyak pemasukan.
Berbahagialah orang-orang yang diberikan bakat sebagai orang yang kreatif, yang bagi mereka menncari ide bagus hanya seperti membalikkan telapak tangan. Karena hidup dengan ide membawa begitu banyak kebaikan dalam hidup.
Buat saya yang bakat seninya sangat kurang, saya hanya ingin bisa menulis dengan baik dengan ide-ide yang bagus yang sulit saya dapatkan karena saya tidak kreatif. Tapi semoga dengan banyak berlatih, bakat yang sedikit itu bisa membantu saya mengembangkan kemampuan menjadi lebih baik. Karena menurut Thomas Alfa Edison, kerja keras 99% dibantu bakat 1% yang membuat Anda berhasil dalam hidup.
Teruslah menulis, mungkin itu pesan yang ingin disampaikan melalui Hari Menulis Sedunia ini. Setidaknya saya turut berpartisipasi sedikit.
Nah IDE, mungkin daripada susah-susah, gw nulis tentang IDE aja deh...
IDE
Dalam kamus besar bahasa Indonesia ide berarti rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita. Dan ide itu MAHAL. Kenapa bisa mahal? Mahal di sini bukan berarti sulit dibeli secara materi, tapi ide yang bagus itu sulit dicari dan apabila sudah didapatkan itu sangat berharga. Walau lebih sulit lagi merealisasikan ide yg bagus itu ya.
Jaman kreatif seperti sekarang, ide bisa jadi komoditi yang sangat berharga dan mahal. Ga perlu susah-susah cari contoh, nah gw mau nulis blog yang berisi dan berbobot aja ga punya ide, dan kalaupun ide itu bisa gw dapetin, belum tentu realisasi penulisan blog gw bisa sebagus blognya Raditya Dika.
Nah, tahap pertama dari suatu karya seni yang indah dan bagus pasti dari ide yang cemerlang, yang sekali lagi gw tekankan SULIT DIPEROLEH. Karya seni di sini bukan hanya terpaku pada seni2 kontemporer dan biasa seperti musik, lagu, lukisan, atau bentuk-bentuk seni rupa lainnya. Fotografi, video, bahkan menulis juga membutuhkan keahlian seni dari orang-orang yang membuatnya. Dan yang namanya seni pasti memakai rasa untuk menentukan bagus atau tidaknya sebuah karya seni. Maka tidak jarang ada orang yang menilai suatu karangan bagus, tapi ada juga orang yang tidak suka dengan tulisan tersebut.
Tapi untuk membuat suatu karya seni yang bisa diapresiasi orang banyak, mampu menarik minat banyak orang untuk menikmatinya tetap diperlukan sebuah ide awal yang brilian. Bagaimana seorang George Lucas awalnya menciptakan rangkaian kisah Star Wars yang terkenal jika tidak datang dari sebuah ide tentang film science fiction yang bisa membuat tercengang banyak orang di masa itu.
Gw sendiri merasakan bahwa memperoleh ide brilian yang bukan main-main itu sulit diperoleh. Ide untuk menulis, memfoto, mengedit sebuah foto menjadi sebuah karya yang dipuji orang itu sulit. Seorang teman lulusan DKV bercerita ke gw, saat dia KP (kerja praktek) di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang berbasis di Jakarta, bahwa orang-orang di situ sangat sibuk mendiskusikan tentang ide. Ide untuk membuat suatu acara yang 'wah', ide untuk membuat iklan baik di media cetak, siaran, dan bahkan media sosial yang 'wah', siang dan malam dihabiskan untuk rapat hanya untuk mencari IDE.
Jaman sekarang, ide yang bagus bisa dijual dengan harga tinggi, terutama di industri-industri yang mengutamakan ide dan kemampuan merealisasikan ide tersebut ke bentuk nyata yang sesuai dengan keinginan sang pembuat ide. Lihatlah Pasha 'UNGU' yang 1 buah lagu ciptaannya dihargai 50 juta rupiah. Para comic seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, yang ide-ide mereka untuk memunculkan joke-joke pada acara komedi tunggal menuai begitu banyak pemasukan.
Berbahagialah orang-orang yang diberikan bakat sebagai orang yang kreatif, yang bagi mereka menncari ide bagus hanya seperti membalikkan telapak tangan. Karena hidup dengan ide membawa begitu banyak kebaikan dalam hidup.
Buat saya yang bakat seninya sangat kurang, saya hanya ingin bisa menulis dengan baik dengan ide-ide yang bagus yang sulit saya dapatkan karena saya tidak kreatif. Tapi semoga dengan banyak berlatih, bakat yang sedikit itu bisa membantu saya mengembangkan kemampuan menjadi lebih baik. Karena menurut Thomas Alfa Edison, kerja keras 99% dibantu bakat 1% yang membuat Anda berhasil dalam hidup.
Teruslah menulis, mungkin itu pesan yang ingin disampaikan melalui Hari Menulis Sedunia ini. Setidaknya saya turut berpartisipasi sedikit.
Selasa, 01 Januari 2013
2012
Semenjak gw punya blog dari tahun 2008, gw selalu pengen nulis rekap tentang apa yg udh alamin selama 1 tahun pas malam pergantian tahun dr yg lama jd yg baru (contoh: 31 Des 2012), sekarang emang telat sih krn hr ini udh 1 Jan 2013, tapi ambil positifnya aja, ini blog bisa gw tulis.
2012, katanya sih tahun kiamat gara2 bangsa (jangan pake 't' di belakang) Maya cuma bikin kalender ampe 21 desember 2012, yg ternyata terbukti tidak benar. kita anggap saja bangsa Maya ini diisi oleh org2 malas yg tidak mau melanjutkan kerjanya membuat kalender. jadi, sekarang KIAMAT sungguh menjadi hak prerogatif sang khalik.
2012, 366 hari, banyak ya... lebih banyak 1 hari dibanding tahun2 pada umumnya berhubung dia tahun kabisat, karena ada banyak hari jd lumayan juga banyak pengalaman yg gw alami selama tahun ini, ada yang penting, ada yang ngga, dan yang mau gw rekap di sini yg penting2 aja lah ya, yg ngga penting sih gw jg udh lupa... jadi mari kita rekap kejadian2nya per bulan saja biar lbh mudah.
Januari
Bulan pertama di tahun 2012 dan di tahun2 lainnya. Kejadian penting di sini cuma gw bisa nonton Simple Plan konser di Jakarta. Demi ketidakinginan untuk menjilat ludah sendiri, gw HARUS nonton band ini konser jika dia tampil di Indonesia. Keinginan terkabul saat pengumuman itu datang di Agustus 2011, beli tiket secara online kemudian nonton konsernya pas Januari 2012. Band ini band favorit gw sejak 2002 pas mereka ngeluarin album pertama No Pads, No Helmets... Just Balls dan gw udh berjanji pd diri gw sendiri klo mereka dtg ke Indonesia, gw harus nonton. Sebelum 2012 mereka udh 2x dtg ke Jakarta dan gw belum dpt kesempatan nonton mereka konser, so saat itu tiba gw paksakan diri gw untuk nonton. Puas dgn penampilan live mereka, they're still the best for me.
Februari
Menjalani rutinitas menyelesaikan thesis s2 bersama dosen pembimbing gila di bulan ini kerjaan gw bolak balik melakukan uji sampel, rata2 bergaul dengan Pak Yopi dr Metalurgi buat uji sampel XRD dan mendiskusikan hasilnya. Jangan tanya soal tgl 14 di bulan ini coz still nothing special, hanya sebatang coklat yg diberikan terlamabat (tgl 15) dgn motif menagih utang akibat sang kecengan gw anter ke kota kecil di seputaran ibu kota utk menyelesaikan sedikit masalah pada kesiapan sebuah acara.
Maret
Mengejar matahari, mungkin judul yg cocok buat bulan ketiga ini. Cape dan ga bakalan dapet, itu intinya. Berusaha untuk lulus April maka gw ngebut sebisanya utk menyelesaikan urusan gw dengan sang dosen biadab hanya untuk mendapatkan bahwa usaha yg gw lakukan sia-sia. Di detik2 terakhir sebelum batas akhir seminar utk lulusan April dia bilang "Uji kamu ada yg kurang deh" dengan santainya. Ada yg minta digorok. ESMONI! terpaksa menunda kelulusan untuk yg kedua kalinya, mulai deh memikirkan bagaimana caranya gw bisa melakukan uji saat sampel yg diperlukan untuk uji tidak tersedia dan bahan untuk bikin sampel lagi udh semakin menipis, sangat tipis bahkan.
April
Harusnya sih, seyogyanya, sewajarnya, gw lulus bulan ini, tp karena dosen gila itu semua rencana tertunda. Ke serpong (pakai 'r' yah!) buat uji sampel, jauh2 utk melakukan hal yg sebenernya bisa dilakukan di itb, dengan biaya jauh lebih murah dan hasil yang jauh lebih bisa diharapkan. berdebat panjang lebar dgn sang dosen utk mempertahankan hasil uji yg sudah diperoleh dgn hasil kalah telak dan MAU TIDAK MAU harus melaksanakan keinginan sang dosen. Ada LRPTN.
Mei
Akhirnya segala urusan uji menguji sampel beres, disetujui untuk memantapkan laporan, sedikit berita baik. Dia belajar ujian akhir, mencoba membantu sebisanya. Sisanya nothing special.
Juni
Memberikan kado untuk ultah diri sendiri. Dinyatakan lulus setelah menjalani sidang thesis. rekap sedikit suasana sidang, rabu sore hari menunggu di lab sebelum pengadilan tiba, melihat ke luar jendela ada Altis D 80 JS di parkiran, "sedang apa bokap gw di kampus?". Si bokap hendak menonton sidang saya ternyata, kurang bikin tegang apa lg coba, berusaha cuek seperti biasa, toh saya memang org cuek. 'Dia' ga mau dtg krn ga dpt temen, jd cuma memberikan semangat via sms. Sidang berjalan setengah, tiba2 sahabat terbaik nongol dgn celana pendek dan sendal, ingin tertawa tp tidak pantas rasanya. Penguji 1 sangat baik, berhubung sering curhat soal masalah2 yg saya hadapi sepanjang mengerjakan thesis, pertanyaan2 yg diajukan cukup mudah dijawab, bahkan akhirnya mendapat saran yg cukup membangun. Penguji 2 orgnya detail, sedikit salah kena deh dicecar, tp yah ga buruk2 amat lah. Beres sidang menemani sang sahabat beli laptop baru lalu menghibur diri di tempat favorit, Starbucks Ciwalk. Ultah sih cuma dpt ucapan selamat saja biasa2 dr handai taulan, ga perlu diperbicangkan. Oh, dia ujian akhir, lulus.
Juli
Menerima kenyataan akibat kebodohan yg saya lakukan saya tidak bisa wisuda Juli. Cukup! Dia wisuda saat sodara sepupu menikah, berhubung tiap ada acara keluarga saya jd supir, so ga bs hadir di acara itu, sekuntum bunga pun tak sempat diberikan, hanya dibiarkan layu begitu saja di mobil yg terpanggang matahari.
Agustus
Bulan di mana saya banyak mengirimkan aplikasi2 untuk s3 di eropa. Sisanya, saya pun lupa apa yg terjadi di bulan ini. Jangan tanya lagi.
September
Bulan hibernasi karena hampir setiap org minta Wake me up when September ends. Begitu pula dgn saya, maklum mainstream. Mulai dpt kerjaan dr salah satu dosen muda di itb. Lembur pertama kalinya di kampus bahkan sejak masa2 kuliah dulu.
Oktober
WISUDA!! Itu aja sih yg penting. Yg lain ecek2. Wisuda yg sangat berbeda dr wisuda s1, kali ini sendirian ke sabuga tanpa didampingi orang tua. Wisudanya sendiri hari Jumat, beda ama wisuda s1 yg jatuh hari Sabtu. Menghadiri acara di prodi sendirian. Dan tumben gw dpt bunga dr 2 calon dosen yg msh berkeliaran di kampus. Ke jakarta, rapat di BP Migas. Eh kelewat, ada lg yg penting, SURABAYA!!! Bertiga dgn sobat karib melancong ke ibukota Jawa Timur ini mengunjungi kawan yg bekerja di sana. Mulai dr ngecengin anak2 Petra di Starbucks, naik gunung ampe sakit perut di Bromo, dan keliling2 di kota Malang. Ada yg mulai kerja jg di awal bulan ini.
November
Bulan hujan gara2 lagu November Rain. Bernostalgia dan reuni dgn sahabat2 jaman kuliah, nginep semalam di salah satu villa di Lembang. Masak shabu, main kartu, ketawa2, merencanakan masa depan, bergembira ria mengingat masa2 kuliah. FM 2013 mainan wajib tiap tahun release tp belum bisa menikmati karena bajakannya ga keluar.
Desember
The last but not the least. Bisa menikmati FM 2013, beli asli, terpaksa, tergoda. Tes TOEFL yg hasilnya amburadul. Dpt kerjaan proyek baru dan ilmu baru. Dan terakhir, natalan keluarga besar Situmorang Pande turunan Ompung Gintha di rumah berjalan mulus.
HABIS. 12 bulan udh gw rekap semua. Ada yg bahagia, ada yg bikin gondok, ada yg bikin galau. Tp smoga semuanya bs jd pengalaman berharga tak terlupakan dan jadi guru terbaik buat diri gw.
2012, katanya sih tahun kiamat gara2 bangsa (jangan pake 't' di belakang) Maya cuma bikin kalender ampe 21 desember 2012, yg ternyata terbukti tidak benar. kita anggap saja bangsa Maya ini diisi oleh org2 malas yg tidak mau melanjutkan kerjanya membuat kalender. jadi, sekarang KIAMAT sungguh menjadi hak prerogatif sang khalik.
2012, 366 hari, banyak ya... lebih banyak 1 hari dibanding tahun2 pada umumnya berhubung dia tahun kabisat, karena ada banyak hari jd lumayan juga banyak pengalaman yg gw alami selama tahun ini, ada yang penting, ada yang ngga, dan yang mau gw rekap di sini yg penting2 aja lah ya, yg ngga penting sih gw jg udh lupa... jadi mari kita rekap kejadian2nya per bulan saja biar lbh mudah.
Januari
Bulan pertama di tahun 2012 dan di tahun2 lainnya. Kejadian penting di sini cuma gw bisa nonton Simple Plan konser di Jakarta. Demi ketidakinginan untuk menjilat ludah sendiri, gw HARUS nonton band ini konser jika dia tampil di Indonesia. Keinginan terkabul saat pengumuman itu datang di Agustus 2011, beli tiket secara online kemudian nonton konsernya pas Januari 2012. Band ini band favorit gw sejak 2002 pas mereka ngeluarin album pertama No Pads, No Helmets... Just Balls dan gw udh berjanji pd diri gw sendiri klo mereka dtg ke Indonesia, gw harus nonton. Sebelum 2012 mereka udh 2x dtg ke Jakarta dan gw belum dpt kesempatan nonton mereka konser, so saat itu tiba gw paksakan diri gw untuk nonton. Puas dgn penampilan live mereka, they're still the best for me.
Februari
Menjalani rutinitas menyelesaikan thesis s2 bersama dosen pembimbing gila di bulan ini kerjaan gw bolak balik melakukan uji sampel, rata2 bergaul dengan Pak Yopi dr Metalurgi buat uji sampel XRD dan mendiskusikan hasilnya. Jangan tanya soal tgl 14 di bulan ini coz still nothing special, hanya sebatang coklat yg diberikan terlamabat (tgl 15) dgn motif menagih utang akibat sang kecengan gw anter ke kota kecil di seputaran ibu kota utk menyelesaikan sedikit masalah pada kesiapan sebuah acara.
Maret
Mengejar matahari, mungkin judul yg cocok buat bulan ketiga ini. Cape dan ga bakalan dapet, itu intinya. Berusaha untuk lulus April maka gw ngebut sebisanya utk menyelesaikan urusan gw dengan sang dosen biadab hanya untuk mendapatkan bahwa usaha yg gw lakukan sia-sia. Di detik2 terakhir sebelum batas akhir seminar utk lulusan April dia bilang "Uji kamu ada yg kurang deh" dengan santainya. Ada yg minta digorok. ESMONI! terpaksa menunda kelulusan untuk yg kedua kalinya, mulai deh memikirkan bagaimana caranya gw bisa melakukan uji saat sampel yg diperlukan untuk uji tidak tersedia dan bahan untuk bikin sampel lagi udh semakin menipis, sangat tipis bahkan.
April
Harusnya sih, seyogyanya, sewajarnya, gw lulus bulan ini, tp karena dosen gila itu semua rencana tertunda. Ke serpong (pakai 'r' yah!) buat uji sampel, jauh2 utk melakukan hal yg sebenernya bisa dilakukan di itb, dengan biaya jauh lebih murah dan hasil yang jauh lebih bisa diharapkan. berdebat panjang lebar dgn sang dosen utk mempertahankan hasil uji yg sudah diperoleh dgn hasil kalah telak dan MAU TIDAK MAU harus melaksanakan keinginan sang dosen. Ada LRPTN.
Mei
Akhirnya segala urusan uji menguji sampel beres, disetujui untuk memantapkan laporan, sedikit berita baik. Dia belajar ujian akhir, mencoba membantu sebisanya. Sisanya nothing special.
Juni
Memberikan kado untuk ultah diri sendiri. Dinyatakan lulus setelah menjalani sidang thesis. rekap sedikit suasana sidang, rabu sore hari menunggu di lab sebelum pengadilan tiba, melihat ke luar jendela ada Altis D 80 JS di parkiran, "sedang apa bokap gw di kampus?". Si bokap hendak menonton sidang saya ternyata, kurang bikin tegang apa lg coba, berusaha cuek seperti biasa, toh saya memang org cuek. 'Dia' ga mau dtg krn ga dpt temen, jd cuma memberikan semangat via sms. Sidang berjalan setengah, tiba2 sahabat terbaik nongol dgn celana pendek dan sendal, ingin tertawa tp tidak pantas rasanya. Penguji 1 sangat baik, berhubung sering curhat soal masalah2 yg saya hadapi sepanjang mengerjakan thesis, pertanyaan2 yg diajukan cukup mudah dijawab, bahkan akhirnya mendapat saran yg cukup membangun. Penguji 2 orgnya detail, sedikit salah kena deh dicecar, tp yah ga buruk2 amat lah. Beres sidang menemani sang sahabat beli laptop baru lalu menghibur diri di tempat favorit, Starbucks Ciwalk. Ultah sih cuma dpt ucapan selamat saja biasa2 dr handai taulan, ga perlu diperbicangkan. Oh, dia ujian akhir, lulus.
Juli
Menerima kenyataan akibat kebodohan yg saya lakukan saya tidak bisa wisuda Juli. Cukup! Dia wisuda saat sodara sepupu menikah, berhubung tiap ada acara keluarga saya jd supir, so ga bs hadir di acara itu, sekuntum bunga pun tak sempat diberikan, hanya dibiarkan layu begitu saja di mobil yg terpanggang matahari.
Agustus
Bulan di mana saya banyak mengirimkan aplikasi2 untuk s3 di eropa. Sisanya, saya pun lupa apa yg terjadi di bulan ini. Jangan tanya lagi.
September
Bulan hibernasi karena hampir setiap org minta Wake me up when September ends. Begitu pula dgn saya, maklum mainstream. Mulai dpt kerjaan dr salah satu dosen muda di itb. Lembur pertama kalinya di kampus bahkan sejak masa2 kuliah dulu.
Oktober
WISUDA!! Itu aja sih yg penting. Yg lain ecek2. Wisuda yg sangat berbeda dr wisuda s1, kali ini sendirian ke sabuga tanpa didampingi orang tua. Wisudanya sendiri hari Jumat, beda ama wisuda s1 yg jatuh hari Sabtu. Menghadiri acara di prodi sendirian. Dan tumben gw dpt bunga dr 2 calon dosen yg msh berkeliaran di kampus. Ke jakarta, rapat di BP Migas. Eh kelewat, ada lg yg penting, SURABAYA!!! Bertiga dgn sobat karib melancong ke ibukota Jawa Timur ini mengunjungi kawan yg bekerja di sana. Mulai dr ngecengin anak2 Petra di Starbucks, naik gunung ampe sakit perut di Bromo, dan keliling2 di kota Malang. Ada yg mulai kerja jg di awal bulan ini.
November
Bulan hujan gara2 lagu November Rain. Bernostalgia dan reuni dgn sahabat2 jaman kuliah, nginep semalam di salah satu villa di Lembang. Masak shabu, main kartu, ketawa2, merencanakan masa depan, bergembira ria mengingat masa2 kuliah. FM 2013 mainan wajib tiap tahun release tp belum bisa menikmati karena bajakannya ga keluar.
Desember
The last but not the least. Bisa menikmati FM 2013, beli asli, terpaksa, tergoda. Tes TOEFL yg hasilnya amburadul. Dpt kerjaan proyek baru dan ilmu baru. Dan terakhir, natalan keluarga besar Situmorang Pande turunan Ompung Gintha di rumah berjalan mulus.
HABIS. 12 bulan udh gw rekap semua. Ada yg bahagia, ada yg bikin gondok, ada yg bikin galau. Tp smoga semuanya bs jd pengalaman berharga tak terlupakan dan jadi guru terbaik buat diri gw.
Minggu, 29 April 2012
Jadi Pastur Itu Keren
Minggu untuk memperingati panggilan iman Katolik kita baik sbagai biarawan-biarawati maupun awam selalu jatuh pada Minggu keempat Paskah tiap tahunnya. Dan minggu ini selalu diisi dengan ajakan untuk mengikuti jejak-jejak para pastur untuk melayani umat. Dan selalu saya merasa terpanggil. Cita-cita masa kecil itu terpanggil lagi, walau hanya sesaat terlintas lagi pikiran "jadi pastur itu keren".
Mungkin itu alasan yang salah untuk menyatakan keinginan jadi pastur. Pastur itu memiliki banyak tuntutan yang tidak mudah untuk dijalani. Untuk itu keyakinan untuk menyerahkan diri dan keinginan untuk melayani Tuhan sesama sangat kuat dibutuhkan. Hanya sekedar berpikiran "jadi pastur itu keren" pastilah tidak cukup untuk mendukung keinginan jadi pastur. Tapi pikiran itu adalah awal saya merasa terpanggil. Apakah panggilan itu benar atau salah saya tidak tahu.
Apa kata dasar "panggilan"? Secara wajar kita akan menjawab "panggil". Itu adalah awal khotbah Fr. Yosef Rianghepat, SS.CC di misa tadi pagi. Fr. Yosef bercerita, bagi para pelajar seminari calon pastur di mana dulu dia menuntut ilmu kata dasar "panggilan" adalah "gila"! Yah, keinginan untuk menjadi pastur itu "gila" menurut dia. Sambil menunjuk Pst. Nugroho Krisusanto, SS.CC yang terduduk diam di kursinya dia bertanya, "Apa yang kurang dari beliau?". "Ganteng, cerdas pula, tapi dia memilih untuk menjadi pastur, apa dia tidak gila?". "Menjadi pastur berarti harus hidup miskin, tidak punya apa-apa, harus hidup taat, siap ditempatkan di manapun oleh kongregasi, dan harus selibat, tidak punya istri, itu sulit loh untuk dilakukan," lanjut Fr. Yosef. Saya mengakui jadi pastur itu memang tindakan gila, tapi tetap keren.
Masuk pada minggu panggilan, saya selalu teringat cerita teman saya Pst. Freddy, OSC saat pentahbisannya di gereja Baros,Cimahi tahun 2009 lalu. Dia berkata, "Saya sudah, sekarang giliran kalian". Dia mengajak anak-anak muda yang waktu itu hadir pada pentahbisannya untuk mengikuti jejaknya sebagai pastur. "Ladang banyak tetapi pekerja sedikit," lanjutnya, mengingatkan pada sebuah kutipan Alkitab agar para pemuda tertarik jadi pastur.
Keinginan yang tidak mungkin lagi saya wujudkan saat ini. Cita-cita masa kecil yang harus saya lupakan, tapi saya selamanya akan selalu beranggapan bahwa "jadi pastur itu keren"!
Jumat, 30 Desember 2011
In the Middle of Nowhere
Middle of nowhere klo dibahasa Indonesiakan mungkin artinya di tengah2 antah berantah. Bukan negri di cerita dongeng ya, tapi memang suatu tempat yang sama sekali ga familiar. Kenapa gw tertarik nulis beginian? Karna gw 'ciong' ama jenis2 tempat seperti ini. Dalam sebulan 2x gw sial tiap kali menyambangi tempat2 ga lazim.
Kejadian 1
17 Desember 2011
Main-main ke ibukota, sehari sebelum nikahan sang mantan kahim Auzan dan istrinya Anita. Siang-siang menghabiskan waktu di Senayan City, makan dan nonton MI4. Malemnya sehabis nonton rencana kembali ke kosan Chinmi sebelum lanjut cari makan malam. Memang malang ga bisa ditolak, ada kawinan di tengah2 jalan + dangdutan, jalan menuju kosan Chinmi pun dialihkan. Chinmi yang masih baru di daerah itu tersesat ga tau jalan dan gw yang ngikutin dia terbawa dalam kesialan itu. Sampai di tengah2 kuburan berjalan buntu mobil Avanza yang gw bawa mogok! Setelah mati tidak bisa dihidupkan lagi, distarter berkali2 mobil tetap ngadat. Satu2nya solusi menunggu mesin mobil dingin untuk bisa dihidupkan kembali. Mau tak mau nunggu di tengah2 kuburan. Untungnya kuburan ini ga sepi dan cukup terang, jadi ga bikin takut. Kesialan lain, tanah di sekitar kuburan ini basah, menyelimuti ban mobil dengan tanah semua. Lebih lagi, sepatu dan sendal yang kami pakai pun tertutup tanah semua. Mobil jadi kotor, alas kaki ga bisa dipakai. Setelah mobil bisa hidup kembali, kami melanjutkan perjalanan ke kos Chinmi. Sesampainya di sana sudah pukul 23.30, restoran mana yang masih buka jam segitu? Yah, cuma restoran fast food alias junk food. Kami pesan KFC. Sebelum itu, kami semua sibuk mencuci alas kaki yang penuh tanah. BUUAARRGGGHHH. Karena KFC terdekat sudah tutup, entah deh tu sistem delivery memesan dari KFC cabang mana. Makanan baru datang jam 1 pagi dan saat itulah kami baru makan. Gila sialnya! Jakarta dan tengah2 kuburan emang daerah ga lazim buat gw, kesialan pertama in the middle of nowhere.
Kejadian 2
30 Desember 2011
Diawali dengan nonton StandUp Nite BDG 4, sebuah acara yang menampilkan comic2 stand comedy Indonesia di Saung Angklung Udjo. Nah, baru pertama kali ke tempat ini, sama sekali ga familiar dengan daerahnya. Walaupun masih di Bandung, tapi daerah ini bukan tempat main gw. Buta daerah, untung ada iPad menyelamatkan, walau tersesat dikit tapi akhirnya bisa sampai tempat tujuan dengan selamat. Pulangnya harus nganterin seorang temen ke rumahnya, berhubung itu udah jam 12 malam. Ini kali kedua gw harus nganter dia ke rumahnya, tapi waktu pertama kali ke sana gw ga begitu hapal jalan. Diarahin deh melalui jalan petak yang diapit sawah di kanan-kirinya. "Daerah apa ini?" pikir gw. Jam 12 malem, jalanan udh sepi, tiba2 di depan muncul mobil. Ni jalan cuma cukup buat 1 mobil aja utk lewat. Merasa sulit, gw pun mundur, ngalah. Gw pikir dengan mundur lurus aja cukup, ga liat spion kiri, tiba2 mobil amblas ke pinggir sawah. BANGKAI! Dua-tiga kali dicoba ngegas maju mobil stuck. "Waduh, gimana ini," batin gw, udh jam 12 malem dan ga mungkin minta tolong org. Akhirnya penumpang gw suruh turun dan gw coba lagi untuk majuin mobil, untungnya berhasil. FIUHHH... Dalam waktu 2 minggu dapet 2 kesialan in the middle of nowhere.
Kejadian 1
17 Desember 2011
Main-main ke ibukota, sehari sebelum nikahan sang mantan kahim Auzan dan istrinya Anita. Siang-siang menghabiskan waktu di Senayan City, makan dan nonton MI4. Malemnya sehabis nonton rencana kembali ke kosan Chinmi sebelum lanjut cari makan malam. Memang malang ga bisa ditolak, ada kawinan di tengah2 jalan + dangdutan, jalan menuju kosan Chinmi pun dialihkan. Chinmi yang masih baru di daerah itu tersesat ga tau jalan dan gw yang ngikutin dia terbawa dalam kesialan itu. Sampai di tengah2 kuburan berjalan buntu mobil Avanza yang gw bawa mogok! Setelah mati tidak bisa dihidupkan lagi, distarter berkali2 mobil tetap ngadat. Satu2nya solusi menunggu mesin mobil dingin untuk bisa dihidupkan kembali. Mau tak mau nunggu di tengah2 kuburan. Untungnya kuburan ini ga sepi dan cukup terang, jadi ga bikin takut. Kesialan lain, tanah di sekitar kuburan ini basah, menyelimuti ban mobil dengan tanah semua. Lebih lagi, sepatu dan sendal yang kami pakai pun tertutup tanah semua. Mobil jadi kotor, alas kaki ga bisa dipakai. Setelah mobil bisa hidup kembali, kami melanjutkan perjalanan ke kos Chinmi. Sesampainya di sana sudah pukul 23.30, restoran mana yang masih buka jam segitu? Yah, cuma restoran fast food alias junk food. Kami pesan KFC. Sebelum itu, kami semua sibuk mencuci alas kaki yang penuh tanah. BUUAARRGGGHHH. Karena KFC terdekat sudah tutup, entah deh tu sistem delivery memesan dari KFC cabang mana. Makanan baru datang jam 1 pagi dan saat itulah kami baru makan. Gila sialnya! Jakarta dan tengah2 kuburan emang daerah ga lazim buat gw, kesialan pertama in the middle of nowhere.
Kejadian 2
30 Desember 2011
Diawali dengan nonton StandUp Nite BDG 4, sebuah acara yang menampilkan comic2 stand comedy Indonesia di Saung Angklung Udjo. Nah, baru pertama kali ke tempat ini, sama sekali ga familiar dengan daerahnya. Walaupun masih di Bandung, tapi daerah ini bukan tempat main gw. Buta daerah, untung ada iPad menyelamatkan, walau tersesat dikit tapi akhirnya bisa sampai tempat tujuan dengan selamat. Pulangnya harus nganterin seorang temen ke rumahnya, berhubung itu udah jam 12 malam. Ini kali kedua gw harus nganter dia ke rumahnya, tapi waktu pertama kali ke sana gw ga begitu hapal jalan. Diarahin deh melalui jalan petak yang diapit sawah di kanan-kirinya. "Daerah apa ini?" pikir gw. Jam 12 malem, jalanan udh sepi, tiba2 di depan muncul mobil. Ni jalan cuma cukup buat 1 mobil aja utk lewat. Merasa sulit, gw pun mundur, ngalah. Gw pikir dengan mundur lurus aja cukup, ga liat spion kiri, tiba2 mobil amblas ke pinggir sawah. BANGKAI! Dua-tiga kali dicoba ngegas maju mobil stuck. "Waduh, gimana ini," batin gw, udh jam 12 malem dan ga mungkin minta tolong org. Akhirnya penumpang gw suruh turun dan gw coba lagi untuk majuin mobil, untungnya berhasil. FIUHHH... Dalam waktu 2 minggu dapet 2 kesialan in the middle of nowhere.
Rabu, 28 Desember 2011
Resolusi
Tahun 2011 sebentar lagi lewat digantikan yahun 2012. Nah, tiap akhir tahun pasti kata ini booming banget. RESOLUSI. Apa sih itu, kenapa orang-orang selalu berminat melakukan hal ini, apa pentingnya?? Bingung.
Resolusi, mungkin asalnya dari kata solusi yang dibubuhi awalan re-, tapi setelah ditelaah lagi di bahasa Indonesia tidak ada awalan re-. Solusi sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti penyelesaian, pemecahan (masalah, dsb), jalan keluar. Tapi di kamus bahasa Indonesia ada juga kata resolusi yang berarti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
Dari arti 2 kata di atas, saya masih tetap bingung tentang pengertian resolusi tahun baru itu apa. Apakah kita menuntut terjadinya suatu hal untuk terjadi pada tahun yang akan datang? Jika kita menuntut, siapa yang kita tuntut? Tuhan, diri kita sendiri, atau orang lain? Apa konsekuensi yang diperoleh jika tuntutan tidak dipenuhi? Resolusi sendiri berarti pernyataan tertulis. Di mana kita menuliskan resolusi tahun baru itu? Hati, secarik kertas? Benar-benar tidak bisa dipahami.
Saya mencoba kembali ke perkiraan awal saya mengenai kata resolusi, yakni kata solusi yang diberi awalan re-. Awalan re- dalam bahasa inggris sering diartikan dengan 'kembali'. Contohnya repeating berarti pengulangan kembali. Jika pengertian ini diterapkan pada kata resolusi, maka menjadi pemecahan masalah kembali. Resolusi tahun baru menjadi memiliki makna menyelesaikan masalah yang tertunda pada tahun sebelumnya. Target-target yang belum bisa dicapai pada tahun sebelumnya coba diraih pada tahun yang baru. Hal ini jadi cukup masuk akal mengenai makna resolusi tahun baru.
Saya sendiri tidak pernah membuat resolusi tahun baru. Tidak pernah menetapkan target-target tertentu untuk diraih pada tahun yang akan datang. Hidup sudah ada yang mengatur, biarkan saja mengalir dan berjalan apa adanya. Harapan tentu ada, akan seperti apa tahun yang baru ini akan berjalan bagi saya, tapi tidak membuat saya harus menetapkan target-target khusus yang perlu dicapai. Bagi teman-teman yang memiliki resolusi tahun baru, semoga semuanya bisa tercapai di tahun yang akan datang ini.
HAPPY NEW YEAR!
Resolusi, mungkin asalnya dari kata solusi yang dibubuhi awalan re-, tapi setelah ditelaah lagi di bahasa Indonesia tidak ada awalan re-. Solusi sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti penyelesaian, pemecahan (masalah, dsb), jalan keluar. Tapi di kamus bahasa Indonesia ada juga kata resolusi yang berarti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
Dari arti 2 kata di atas, saya masih tetap bingung tentang pengertian resolusi tahun baru itu apa. Apakah kita menuntut terjadinya suatu hal untuk terjadi pada tahun yang akan datang? Jika kita menuntut, siapa yang kita tuntut? Tuhan, diri kita sendiri, atau orang lain? Apa konsekuensi yang diperoleh jika tuntutan tidak dipenuhi? Resolusi sendiri berarti pernyataan tertulis. Di mana kita menuliskan resolusi tahun baru itu? Hati, secarik kertas? Benar-benar tidak bisa dipahami.
Saya mencoba kembali ke perkiraan awal saya mengenai kata resolusi, yakni kata solusi yang diberi awalan re-. Awalan re- dalam bahasa inggris sering diartikan dengan 'kembali'. Contohnya repeating berarti pengulangan kembali. Jika pengertian ini diterapkan pada kata resolusi, maka menjadi pemecahan masalah kembali. Resolusi tahun baru menjadi memiliki makna menyelesaikan masalah yang tertunda pada tahun sebelumnya. Target-target yang belum bisa dicapai pada tahun sebelumnya coba diraih pada tahun yang baru. Hal ini jadi cukup masuk akal mengenai makna resolusi tahun baru.
Saya sendiri tidak pernah membuat resolusi tahun baru. Tidak pernah menetapkan target-target tertentu untuk diraih pada tahun yang akan datang. Hidup sudah ada yang mengatur, biarkan saja mengalir dan berjalan apa adanya. Harapan tentu ada, akan seperti apa tahun yang baru ini akan berjalan bagi saya, tapi tidak membuat saya harus menetapkan target-target khusus yang perlu dicapai. Bagi teman-teman yang memiliki resolusi tahun baru, semoga semuanya bisa tercapai di tahun yang akan datang ini.
HAPPY NEW YEAR!
Langganan:
Postingan (Atom)